Aneh, Kasus Narkoba Meningkat, Anggaran Malah Turun

TANJUNG REDEB – Penurunan anggaran operasional Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau tahun 2016, dari Rp2 miliar menjadi hanya Rp400 juta atau mengalami penurunan hingga 80 persen dari tahun 2015, menjadi salah satu pokok pembicaraan yang disampaikan Ketua BNK Berau, Agus Tantomo saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Kamis (26/5/2016) kemarin.

“Ya, kita singgung juga terkait anggaran operasional BNK Berau supaya dibantu. Hasilnya, kita disuruh koordinasi dengan BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Kaltim,” ujar Agus Tantomo saat dikonfirmasi beraunews.com.

Agus Tantomo menilai, kondisi menurunnya anggaran BNK ini, menjadi bertentangan dengan jumlah kasus narkoba yang justru semakin meningkat di Bumi Batiwakkal. Apalagi, Presiden Jokowi telah mengumandangkan status Indonesia menjadi darurat narkoba.

“Kan aneh ini, di tengah maraknya kasus narkoba justru anggaran yang berkurang,” ungkapnya.

Solusu terbaik, dikatakan Agus Tantomo, mengubah BNK Berau menjadi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Berau. Namun, selama proses peralihan berjalan, BNK tetap harus menjalankan fungsinya semaksimal mungkin.

“Solusinya ialah BNNK Berau wajib dibentuk. Selama proses pembentukan BNNK, BNK tetap dipertahankan,” pungkasnya.(sai)