KPU Kaltim : Berau Siap Laksanakan Tahapan Pilgub 2018

 

TANJUNG REDEB – Pasca ditandatanganinya Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Anggaran Pilgub Kaltim 2018 sebesar Rp310 miliar untuk KPU Kaltim, di Lamin Etam Kantor Gubernur Kaltim, Senin (31/07/2017) lalu, KPU Kaltim langsung tancap gas melakukan kerja-kerjanya. Salah satunya, melakukan supervisi dan monitoring ke KPU Kabupaten/Kota se-Kaltim.

Supervisi dan monitoring tersebut dilakukan untuk melihat dan mengecek kesiapan Komisioner dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota dalam melaksanakan tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018. Hal tersebut dikatakan Komisioner Divisi Hukum KPU Kaltim, Viko Januardhy saat berkunjung ke redaksi beraunews.com, didampingi Vidi Gatot Setiabudi dari Sekretariat KPU Kaltim, dan Ketua KPU Berau, Roby Maula, disela-sela kegiatan supervisi dan monitoringnya ke KPU Berau, Minggu (13/08/2017) sekitar pukul 09.00 Wita.
 
Dikatakan pria yang juga menjabat Koordinator Daerah (Korda) Berau dan Panajam Paser Utara (PPU) itu, supervisi dan monitoring yang dilakukannya ke KPU Berau pada 12-13 Agustus 2017, secara serentak juga dilakukan oleh keempat Komisioner KPU Kaltim lainnya, yakni Mohammad Taufik (Ketua KPU sekaligus Divisi Data) bertugas di Bontang, Rudiansyah (Divisi Teknis) bertugas di Kutai Timur, Moh Syamsul Hadi (Divisi SDM dan Sosialisasi) bertugas di Balikpapan, serta Ida Farida Ernada (Divisi Keuangan dan Logistik) bertugas di Kutai Kartanegara.
 
“Setelah penandatanganan NPHD Anggaran Pilgub Kaltim 2018, kami (KPU Kaltim-red) melakukan rapat pleno, dimana salah satu hasilnya adalah, kelima Komisioner KPU Kaltim turun ke Kabupaten/Kota berdasarkan penugasan dan Kordanya masing-masing,” ujarnya.
 
Vico menambahkan, mengingat setiap Komisioner KPU Kaltim selaku Korda, memegang 2 kabupaten/kota, maka setelah kunker tahap pertama ini, masing-masing Komisioner akan melakukan pengecekan ke kabupaten/kota lainnya.
 
“Setelah dari Berau, saya akan ke PPU, begitu juga dengan komisioner lainnya akan ke wilayah tugas mereka lainnya,” katanya.
 
Ditanya, mengapa supervisi dan monitoring dilakukan menjelang hari libur, Vico mengatakan, hal itu sengaja dilakukan KPU Kaltim, sebab tujuan supervisi dan monitoringnya memang untuk mengecek kesiapan KPU Kabupaten/Kota untuk melaksanakan tahapan Pilgub Kaltim 2018.
 
“Saat tahapan pilgub berjalan, maka kerja-kerja KPU dilakukan sepenuh waktu, termasuk di hari libur. Artinya, jika hari libur saja sudah siap, apalagi di hari biasa kan,” ucapnya.
 
Lalu bagaimana kesiapan KPU Berau berdasarkan hasil penilaian KPU Kaltim, ditanya seperti itu, tanpa ragu Viko mengatakan, Berau telah siap melaksanakan tahapan Pilgub Kaltim 2018. Pasalnya, KPU Berau telah terbukti melaksanakan pesta demokrasi sebelumnya, yakni Pileg Pilpres 2014 dan Pilbup 2015.
 
“Secara keseluruhan, pesta demokrasi berjalan lancar, kondusif, aman dan maksimal. Tapi, penilaian ini tidak hanya untuk Berau, melainkan juga untuk KPU Kabupaten/Kota lainnya se-Kaltim,” tegasnya.
 
Terkait anggaran Pilgub Kaltim 2018 untuk KPU dialokasikan Rp310 miliar, Vico mengatakan, pihaknya akan mengelola secara maksimal anggaran tersebut, sekaligus meningkatkan kinerja serta penguatan di Sekretariat KPU baik secara intern maupun ekstern.
 
“Anggran Rp310 miliar itu masih dengan catatan, yakni Pemprov Kaltim siap menambah anggaran jika terjadi kebutuhan anggaran di luar tahapan yang terjadi saat pelaksanaan pilgub,” tandasnya.(*/bnc)