Eksekusi Lahan Dikaitkan Dengan Pilkada?

TANJUNG REDEB - Seperti telah direncanakan, eksekusi lahan dijalan Pulau Panjang pada Senin (30/5/2016) dilakukan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Meski ada sedikit gejolak dari warga yang protes, namun 2 unit alat berat tetap menuntaskan seluruh bangunan yang berdiri di atas lahan yang diklaim dan dimenangkan oleh Kumala Jaya. Tidak semua paham, ada yang menyebut menyesal memilih Pasangan Kepala Daerah yang memimpin saat ini.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo yang hadir dalam eksekusi itu sempat mendapatkan pernyataan tersebut dari seorang warga. Namun hal itu dimaklumi, mengingat mental yang tertekan akibat penggusuran yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb itu. Usai eksekusi, Agus menyebutkan benar tidak semua warga paham dengan penggusuran yang dilaksanakan kemarin.
 
“Jadi perlu diluruskan, bahwa penggusuran dalam eksekusi hari ini tidak ada kaitannya dengan pemerintah daerah, karena lahan yang ada diklaim oleh perorangan bukan oleh pemerintah daerah,” jelasnya.
 
Sehingga, menurutnya perlu dipahami oleh masyarakat bahwa, kebijakan itu bukan mau dari pemerintah daerah ataupun Bupati dan Wakilnya. Sebab, lahan yang disengketakan bukan untuk kepentingan pemerintah, bukan tanah milik pemerintah melainkan oleh si penggugat. Selebihnya, keputusan memenangkan penggugat atas nama Kumala Jaya, merupakan keputusan institusi Pengadilan, yang kemudian melaksanakan eksekusi.
 
“Jadi tak ada kaitannya dengan pemerintah daerah,sehingga masyarakat harus paham posisi pemerintah daerah dalam masalah ini” kata Wabup lagi.
 
Apalagi keputusan yang sudah ditetapkan oleh Mahkamah Agung sudah melalui proses panjang dan sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Guna menghormati keputusan sebuah institusi negara, maka pemerintah daerah tidak bisa intervensi pada putusan yang berdasarkan hukum negara ini.
 
Terkait dengan adanya sertifikat lahan dan IMB warga, Agus enggan berkomentar.
 
“Karena ini ranahnya bukan di kami tapi BPN selaku instansi yang menangani, saya tidak mau menimbulkan polemik di masyarakat,” pungkasnya.(ana)