Batas Waktu Bantuan PLTMH Tembudan Habis, Ini Kata Dewan

BATU PUTIH – Beredar kabar polemik terkait pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) yang ada di Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih mulai menemui titik terang. Pasalnya, dua dari tiga perusahaan yang beroperasi di wilayah kampung tersebut kabarnya siap membantu penerangan selama bulan ramadhan. Dua perusahaan yang dimaksud, yakni PT Jabontata Eka Karsa (JEK) dan PT Swadaya Perkasa (SP), sementara PT Sumalindo Lestari Jaya (SLJ) masih belum memberikan tanggapan apapun.

Kabar tersebut disampaikan salah seorang anggota DPRD Berau, Eli Esar Kombong yang juga turut hadir saat kunjungan lapangan awal Juni 2016 lalu. Ia mengatakan, informasi yang diterimanya dari masyarakat seperti itu, yakni PT JEK dan PT SP akan membantu penerangan di Tembudan.

"Informasi dari kepala adat Tembudan PT JEK dan PT SP siap membantu. Hanya PT SLJ saja yang masih bandel," ujarnya saat dikonfirmasi beraunews.com, Jum’at (24/6/2016).

Disampaikannya, meski kedua perusahaan siap membantu, namun dengan tetap kukuhnya PT SLJ, maka bantuan penerangan tersebut hingga kini tak dapat terealisasi. Padahal, PT SLJ memiliki areal kerja di Kampung Tembudan.

"Kan ada tiga perusahaan yang kita minta untuk membantu. Kalau satu diantara perusahaan ini menolak, otomatis kan dua perusahaan ini akan saling menunggu. Ujung-ujungnya tidak ada realisasi," jelasnya.

Jika sampai lebaran tak ada realisasi penerangan untuk Kampung Tembudan, disampaikan anggota DPRD Dapil III ini, hal itu sudah menjadi urusan perusahaan jika kemudian diprotes warga.

"Itu sudah jadi urusan mereka jika masyarakat protes keras. Karena kita sudah cukup bantu," ujarnya.

Saat ditanya terkait kabar pihak PT SLJ tidak akan membantu penerangan lantaran merasa tak ada hubungannya dengan kerusakan PLTMH serta menyusutnya debit air sungai, Esar menjawab, pihaknya akan langsung menanyakan ke menajemen PT SLJ terkait kebenaran hal tersebut. Disamping itu, pihaknya juga akan kembali melakukan komunikasi dengan PT JEK dan PT SP terkait kepastian bantuan yang akan diberikan.

"Loh, seharusnya PT SLJ membantu karena mereka berada di Tembudan. Tapi kita bersama SKPD terkait akan kembali turun langsung kelapangan untuk meminta penjelasan manajemen PT SLJ, apakah mereka benar-benar mau bantu atau tidak. Kita akan datangi lagi habis lebaran," tutupnya.(hir)