Hetifah: Forum ini Penting untuk Mempertegas Komitmen Pemerintah Pusat

 

JAKARTA – Selasa lalu (18/04/2017), bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta, Forum Kerjasama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RK), yang terdiri dari 5 Provinsi (Provinsi Kalimantan Utara, Timur, Selatan, Tengah, dan Barat) yang berada di Pulau Kalimantan, mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Regional Kalimantan.

Forum ini terbentuk akibat riak ketidakpuasan para Gubernur terhadap pembangunan di Pulau Kalimantan. Selain itu, forum ini juga sebagai wadah kerjasama dan membahas usulan bersama agar tercipta sinergitas program pembangunan di Kalimantan.

Kagiatan yang diadakan setahun sekali, menghadirkan Mendagri, Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, Menteri ESDM, dan Menteri KKP sebagai pembicara.

Hetifah Sjaifudian selaku anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Dapil Kaltim-Kaltara) mengatakan, forum ini penting untuk mempertegas apa program prioritas yang diusulkan wilayah Kalimantan dan harus diperjuangkan di Pusat.

"Jangan sampai apa yang diperjuangkan daerah tidak dialokasi dan didukung APBN,  dan sebaliknya program pemerintah pusat bukan yang dibutuhkan daerah. Komunikasi dan kerjasama stakeholder pembangunan daerah dengan mereka yang di Pusat menjadi sangat penting," kata Hetifah.

Selain konektivitas infrastruktur se-Kalimantan, mengemuka isu pembangunan sektor energi dan pembangunan wilayah perbatasan dan daerah tertinggal.

 

Hetifah menambahkan, wilayah Kalimantan saat ini ingin mengejar ketertinggalannya dan segera menanggulangi masalah kemiskinan dan pengangguran. Oleh sebab itu,  pembangunan pedesaan, reforma agraria, penanggulangan bencana, kesetaraan gender, harus tetap diprioritaskan selain mendorong agar jaminan sosial dan bantuan perluas akses usaha bisa tepat sasaran.

"Dengan berubahnya pendekatan perencanaan pembangunan menjadi 'money follow program', pemerintah daerah se-Kalimantan harus siap menerapkan cara baru perencanaan ini. Ke depan, tantangan terbesar untuk masa depan Kalimantan adalah bagaimana melakukan diversifikasi pendapatan supaya tidak tergantung pada sumber daya alam dan pertambangan," tutup Hetifah.(bnc)