Hetifah Makin Yakin Ada Penambahan Kursi Dapil Kaltim-Kaltara

 

JAKARTA – Pembagian kursi Daerah Pemilihan (Dapil) untuk DPR RI menjadi salah satu isu krusial pembahasan dalam RUU Pemilu. Selama ini, pembagian jumlah kursi DPR RI per Dapil selalu didasarkan pada  jumlah penduduk, tanpa menimbang luas wilayah dan kondisi geografis.

Dalam pembahasan RUU Pemilu, Hetifah sejak awal mengusulkan agar penetapan jumlah kursi Dapil tidak hanya didasarkan pada jumlah penduduk, tetapi juga cakupan wilayah. Anggota Pansus lain dan Pemerintah dapat memahami kondisi di beberapa daerah seperti Kaltim-Kaltara yang mempunyai cakupan wilayah cukup luas sehingga memungkinkan untuk menambah jumlah kursi DPR RI.

Dalam Lampiran draft RUU Pemilu, Pemerintah telah mengusulkan alokasi untuk Kaltim sebanyak 5 kursi dan Kaltara 3 kursi. Jumlah itu sepertinya adalah konsekuensi dari pemecahan Dapil, dimana sebelumnya Dapil Kaltim-Kaltara berjumlah 8 kursi.

"Setelah mencermati usulan Pansus dan hasil simulasi yang dipaparkan Pemerintah, saya makin optimis jika jumlah kursi DPR RI untuk Kaltim nantinya akan dapat dipertahankan sebanyak 8 kursi dan Kaltara mendapat 3 kursi," tegas Hetifah kepada beraunews.com, Rabu (19/04/2017).

Pansus RUU Pemilu saat ini telah menyelesaikan 1450 Daftar Inventarisasi Masalah dari total  3055 DIM.

"Ada 18 isu krusial yang semua sudah dibahas, dan mengerucut pada opsi-opsi, walau belum sampai pada keputusan final," jelas Hetifah.(bnc)