Di Berau, Keterwakilan Perempuan Cenderung Menurun di Parlemen

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi 2 DPR RI Hetifah Sjaifudian dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Kemendagri, Kemenhumkan, Kemenkeu, di Gedung DPR RI beberapa waktu lalu, mengusulkan keterwakilan perempuan dalam politik harus mendapat perhatian lebih dalam Rancangan Undang-Undang (RUU). Usulan tersebut, mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya'diyah. Bahkan, ia mengatakan setuju dengan usulan tersebut.

"Kami setuju, karena kenyataannya memang demikian. Bahwa keterwakilan perempuan di politik memang tidak signifikan penambahannya tiap periode seperti yang kita inginkan selama ini, yakni proporsi anggota legislatif perempuan mencapai affirmative action 30 persen," ucapnya ditemui oleh beraunews.com, Rabu (01/03/2017) sore.

BACA JUGA : Keterwakilan Perempuan dalam Politik Jangan Jalan di Tempat

Kejadian serupa juga dialami Kabupaten Berau. Bahkan, menurut Sari (sapaan akrab Ketua DPRD-red), selain tak memenuhi kuota keterwakilan perempuan di parlemen, proporsinya cenderung mengalami penurunan. Jika pada periode 2009-2014 ada 3 kursi yang berhasil diduduki perempuan dari 25 kursi atau 12 persen, di periode 2014-2019, menurun menjadi 10 persen (3 kursi dari 30 kursi).

"Untuk saat ini dari total 30 orang anggota DPRD ada 3 perempuan, yaitu saya sendiri Syarifatul Sya'diyah, Ibu Elita Erlina, dan ibu Ratna. Sedangkan pada tahun 2009-2014 dari total 25 anggota ada 3 perempuan yaitu Yusnita, Popiyanti, dan Elita Erlina. Keterwakilan perempuan ini sebenarnya belum mencukupi karena setidaknya ada 30 persen dari jumlah keseluruhan anggota," lanjutnya.

Ia berharap agar pemerintah, partai politik dan organisasi perempuan untuk terus meningkatkan berbagai upaya agar keterwakilan perempuan di parlemen mencapai hasil sesuai yang diamanahkan Pasal 55-56 Undang-Undang Nomor 8/2012 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum DPR, DPD dan DPRD, yakni memuat paling sedikit 30 persen keterwakilan perempuan.

"Dan saya berharap agar isu krusial dari Ibu Hetifah tersebut dapat menjadi perhatian lebih khususnya buat para kaum hawa, sehingga kemudian di tahun berikutnya, keterwakilan perempuan dalam politik dapat bertambah, baik secara jumlah maupun rasionya," tutupnya.(bnc)

Wartawan: Rika WS/Editor: R. Amelia