DPRD Akan Kawal Usulan Prioritas dalam Musrenbang Kecamatan

 

SEGAH – DPRD Berau akan mengawal usulan masyarakat skala prioritas yang disampaikan dalam Musyawarah Rencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Segah tahun 2017. Hal ini ditegaskan anggota DPRD asal daerah pemilihan (Dapil) II yakni Gunung Tabur, Teluk Bayur, dan Segah, Muhammad Yunus ketika menghadiri kegiatan Musrenbang di balai pertemuan Kecamatan Segah, Senin (27/02/2017) siang.

Dikatakan Ketua Komisi II DPRD Berau, saat ini tahapan musrenbang sudah mulai di tingkat kecamatan. Usulan dari masyarakat yang disampaikan setiap kepala kampung, mulai dari musrenbang tingkat kampung, sampai tingkat kecamatan cukup banyak.

Untuk itu, Yunus mengaku bersama anggota dewan lainnya akan berupaya mengawal usulan prioritas yang disampaikan dari bawah agar bisa diakomodir di tahun anggaran 2018 mendatang. Selain Yunus, turut hadir anggota DPRD asal Dapil II lainnya, yakni Feri Kombong, Eko Wiyono, Haryono, serta Rudi P. Mangunsong maupun anggota DPRD asal dapil lainnya, Suharno.

“Saya kira anggota DPRD yang hadir dalam kesempatan ini, berkomitmen bahwa selama itu untuk kepentingan masyarakat banyak, akan didukung,” katanya.

Selanjutnya, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengawal agar apa yang diusulkan bisa terealisasi. Pengawalan terhadap apa yang diusulkan masyarakat dalam musrenbang perlu dilakukan. Sebab, ia menilai, tidak semua usulan bisa terealisasi, mengingat anggaran pemerintah yang masih terbatas. Terlebih, pasca badai defisit anggaran 2016 lalu, masih berdampak pada anggaran tahun ini sehingga terjadi pengurangan ABPD hingga Rp900 miliar dari tahun anggaran sebelumnya.

Sehingga, tambah Yunus, dewan juga akan melihat usulan yang masuk skala prioritas dan tidak melenceng dari visi dan misi Pemkab Berau. Melalui musrenbang ini, berbagai program dan kegiatan yang disepakati akan diakomodir dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Berau Tahun Anggaran 2018.

“Setahu kami di DPRD, kami tidak pernah mencoret (usulan Musrenbang). Kita tetap berkomitmen, apa yang diusulkan kepala kampung. Kemudian, itu juga skala prioritas dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Litbang –red) dan dinas terkait. Kami tetap komitmen, apalagi yang berkaitan dengan masalah jembatan, jalan dan sebagainya,” tambahnya.

 

Guna membangun sebuah kampung, diakui Yunus, tidak bisa dilakukan dengan cara cepat alias instan. Melainkan, juga dibutuhkan proses yang cukup panjang. Untuk itu, pemerintah daerah berpikir bagaimana mendekatkan anggaran langsung ke masyarakat. Yakni, melalui Alokasi Dana Kampung (ADK) dan Dana Desa (DD), yang cukup besar dan berkisar antara Rp3 miliar hingga Rp4 miliar, bahkan ada kampung yang mendapatkan anggaran hingga Rp5 miliar per tahunnya.

“Kami juga selaku eksekutif terus berkoordinasi, bagaimana kita memperoleh APBD semakin tinggi. Jadi, bukan hanya sekedar DPRD duduk saja, terus perjalanan. Tapi, bagaimana upaya DPRD juga membantu mengawasi jalannya pemerintahan agar meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah –red) di sektor-sektor lain. Terlebih, kita untuk sektor perkebunan dan pertambangan, juga sedang merosot,” jelasnya.

Terkait usulan beberapa kepala kampung mengenai pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Berau, khususnya potensi wisata yang ada di setiap kampung, kembali ditegaskan Yunus, juga akan mendapatkan dukungan penuh dari dewan. Ia bersama rekan-rekannya di DPRD akan berupaya mengawal usulan skala prioritas yang sudah diajukan warga saat pelaksanaan Musrenbang sehingga pelaksanaan pembangunan dapat secara merata.

“Kami juga komitmen di DPRD untuk meningkatkan sektor pariwisata, sehingga apa yang diusulkan oleh kepala kampung menjadi (skala) prioritas,” pungkasnya.

Seperti diketahui, usulan prioritas yang disampaikan dalam musrenbang Kecamatan Segah, seperti pembangunan tower komunikasi, pembangunan jalan usaha tani, peningkatan jalan kampung, serta pembangunan sarana air bersih dan kesehatan.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia