Hetifah Optimis Ketua Baru Banggar DPR RI Bisa Perjuangkan Daerah

 

JAKARTA – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI resmi menetapkan ketua baru, Selasa (21/02/2017). Ketua Banggar dari Fraksi Partai Golkar sebelumnya, Kahar Muzakir digantikan oleh Aziz Syamsuddin. Rapat penetapan Ketua Banggar dipimpin oleh Ketua DPR RI, Fadli Zon.

Nama Aziz sendiri sudah tidak asing lagi di lingkungan DPR. Sebelumnya ia menjadi Ketua Komisi III yang membidangi urusan hukum. Menurut Hetifah Sjaifudian, Anggota Banggar dari Fraksi Golkar, kemampuan Aziz sudah tidak perlu diragukan lagi.

"Aziz adalah tokoh muda dengan kemampuan akademis yang tinggi dan kepemimpinan yang sudah teruji," ujar Hetifah dalam rilis yang diterima beraunews.com, Rabu (22/02/2017).
 
Ketua Banggar baru ini harus memikul beban berat. Kondisi perekonomian Indonesia meski mengalami pertumbuhan, juga mengalami tantangan yaitu melebarnya defisit. Pada APBN 2017 saja, defisit diperkirakan 2,41 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp330,2 triliun.

"Harapan yang mengemuka adalah agar Banggar bisa menjadi mitra kritis pemerintah karena saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan besar terkait anggaran akibat melebarnya defisit anggaran. Fungsi pengawasan Banggar jadi makin penting karena dengan anggaran terbatas harus bisa memberikan nilai tambah terbesar terhadap upaya pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan kesenjangan," lanjut Hetifah.

Menurut Hetifah, ada beberapa isu penting yang akan dibahas di Banggar bersama Pemerintah. Dengan ketua baru, Hetifah optimis pembahasan akan berjalan lancar dan melahirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

"Ada beberapa isu yang ditekankan seperti pentingnya mengawasi kemampuan pemerintah meningkatkan penerimaan baik pajak maupun penerimaan negara bukan pajak, juga pelaksanaan dan efektivitas dari belanja pusat maupun dana transfer daerah termasuk DAK (Dana Alokasi Khusus). Aziz diyakini bisa mengimbangi Sri Mulyani sebagai mitra kerja," ujar Hetifah.

Ditanya apakah Aziz Syamsuddin selaku Ketua Banggar yang baru akan memperjuangkan dana DAK yang terancam tertunda lantaran hasil penilaian LHE AKIP bagi Kabupaten Kota yang meraih predikat “C”, termasuk di Provinsi Kaltim dan Kaltara, Hetifah juga merasa optimis bakal bisa diperjuangkan. Pasalnya, menurut Hetifah, figur Aziz Syamsuddin sangat mengenal Kaltim dan Kaltara beserta permasalahannya.

“Azis juga sering ke Kaltim dan kaltara, jadi pasti bisa mempermudah upaya perjuangan untuk keadilan anggaran,” ujarnya.

Selain itu, dirinya yang juga anggota Banggar, berkomitmen membantu perjuangan anggaran bagi Kaltim dan Kaltara. Ia berharap kerjasama Banggar dengan Kaltim dan Kaltara lebih dipererat lagi.

"Selain mengawasi kementerian, tugas pemerintah pusat untuk membina dan memperkuat kompetensi pemerintah daerah dalam pengelolaan anggarannya. Kebetulan saya di Komisi 2, semoga bisa membahas masalah ini bersama Dirjen Otda Kemendagri dan Dirjen Perimbangan Kemenkeu," tegasnya.

"Saya akan usahakan Banggar dengan kepemimpinan baru ke Kaltim dan Kaltara mendiskusikan, antara lain peluang menyusun revisi UU 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah menjadi UU Hubungan Keuangan Pusat Daerah," pungkasnya.(bnc)