SBSI Kaltim Layangkan Surat Pemecatan Suyadi

TANJUNG REDEB – Dituding telah melakukan pelanggaran terhadap AD/ART Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Suyadi, Ketua DPC SBSI Kabupaten Berau, dituntut untuk mundur dari jabatannya oleh Koordinator Wilayah (Korwil) SBSI Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikan melalui surat permohonan yang dilayangkan kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) SBSI di Jakarta. Surat dengan nomor 038/SR/Korwil-SBSI/Kaltim/VI/2016 tertanggal 18 Juni 2016, tersebut berisi rekomendasi sekaligus permohonan pemecatan Suyadi sebagai Ketua DPC SBSI Kabupaten Berau.

Adapun alasan-alasan yang dikemukakan terkait rekomendasi dan permohonan pemecatan tersebut antara lain karena Suyadi dianggap telah melanggar pasal 22 ayat 4 tentang DPC wajib membentuk laporan sekali tiga bulan kepada korwil, pasal 25 tentang iuran anggota, dan pasal 26 tentang pemasukan dari usaha-usaha.

“Semenjak SBSI DPC Kabupaten Berau terbentuk belum pernah atau tidak pernah membuat laporan baik perkembangan keanggotaan, iuran anggota dan penanganan kasus. Dan iuran anggota sampai saat ini tidak pernah dilaporkan ke korwil. Berapa jumlah iuran anggota padahal anggota PK-PK ada yang selalu membayar iuran melalui DPC SBSI Kabupaten Berau,” ungkap Neneng Herawati Panjaitan, Korwil SBSI Kalimantan Timur, didampingi Sekretaris Nur Hajati, dalam rilis pers yang disampaikan kepada beraunews.com, Sabtu (18/6/2016) malam.

Selain itu, ada beberapa alasan lain yang telah dipertimbangkan dalam permohonan pemecatan tersebut. Suyadi dianggap tidak pernah menjalankan atau melaksanakan fungsi dan tugas serta kewajibannya yang sesuai dengan SK-SK yang diterbitkan atau dikeluarkan DPP SBSI.

“Bahwa saudara Suyadi sebagai Ketua DPC SBSI tidak pernah memenuhi dan melaksanakan panggilan-panggilan dari Korwil SBSI Kalimantan Timur yang sebanyak tiga kali. Hal ini dikategorikan sebagai pembangkangan terhadap struktur organisasi dengan tidak menghargai struktur organisasi. Untuk itu kami minta agar segera dalam waktu tujuh hari untuk menindak lanjuti surat kami ini,” tutupnya.(mta)