Hadi Mustafa Resmi Dilantik sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Berau - Rita Pertimbangkan Makmur Jadi Wagub Kaltim di Pilkada 2018

 

TANJUNG REDEB – Setelah melantik tiga pengurus organisasi sayap Dewan Perwakilan Daerah (DPD) II Partai Golkar Berau, Jumat (10/02/2017), pengurus DPD Golkar dan Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kabupaten Berau pun menyusul resmi dilantik.

Istimewanya, dalam acara ini hadir Ketua DPD I Partai Golkar Kaltim Rita Widyasari, yang dalam sambutannya tak hanya mengucapkan selamat, tetapi juga sempat menyinggung soal pasangan yang akan diusungnya dalam pemilihan Gubernur Kaltim pada 2018 mendatang.

Dihadapan Bupati Berau Muharram, Ketua DPD II Partai Golkar Berau Hadi Mustafa, Ketua DPRD Berau Syarifatul Sya’diah, dan ratusan kader maupun simpatisan Golkar, Rita sempat mengucapkan akan mempertimbangkan untuk mengusung mantan Bupati Berau Makmur HAPK, sebagai wakilnya dalam pilkada tahun depan.

“Usulan untuk menggandeng pak Makmur sebagai pendamping saya dalam pemilihan Gubernur Kaltim 2018, bisa dipertimbangkan. Mengingat beliau juga sudah malang melintang dalam urusan politik, dan pastinya pengetahuan tentang politik juga cukup mumpuni,” terangnya di sela-sela sambutannya dalam acara pelantikan.

 

Kalimat ini terlontar lantaran sebelumnya sudah terlihat bagaimana sepak terjang Makmur selama menjabat sebagai Ketua Harian DPD I Golkar Kaltim, dimana sebelum dilantik, ia sempat menyatakan dukungannya atas keseriusan Ketua DPD Golkar Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari untuk maju dalam pencalonan Ketua DPD Golkar Kaltim pada Musda yang digelar sebelumnya.

Setelah terpilih sebagai Ketua Harian DPD I Partai Golkar Kaltim, Makmur sebagai kader sejak tahun 1985 dan termasuk kader senior di partai berlambang pohon beringin ini, akan terus mendukung apa saja yang menjadi visi misi Golkar agar ke depannya menjadi partai yang bisa kembali berjaya, dengan memenangi pemilu, baik pemilihan eksekutif maupun legislatif.

 

Namun, hal ini tak serta merta membuat Rita langsung mengiyakan. Wakil Gubernur yang akan mendampinginya nanti dalam pilkada 2018, tetap harus melalui proses seleksi sesuai ketentuan yang ada.

“Kita pertimbangkan, tapi untuk Wakil Gubernur Kaltim yang akan maju bersama saya tahun depan dalam pemilihan, semuanya kembali pada proses seleksi karena ada beberapa syarat dan ketentuan yang mesti dipenuhi,” tegasnya.(bnc)