Tahapan Pilgub Segera Dimulai, KPU Berau Genjot Peningkatan Partisipasi Pemilih

 

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau menggelar ramah tamah “Cofe Morning” dengan Media Pers dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Berau di Kantor KPUD Berau, Jalan Pemuda, Jumat (28/10/2016). Kegiatan itu merupakan tindaklanjut dari Surat Edaran KPU RI Nomor 525/KPU/IX/2016 tanggal 21 September 2016 perihal Peningkatan Program Partisipasi Pemilih.

Tampak hadir dalam acara tersebut, beberapa media cetak, elektronik dan online, yakni Swara Kaltim, TV One, maupun beraunews.com sendiri. Sementara, dari kalangan mahasiswa, terlihat hadir Ketua HMI Komisariat Batiwakkal, Eka Prayitna Jogras Hutain.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua KPU Berau yang juga Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Roby Maula mengatakan, program yang mulai berlangsung sejak Kamis, 27 Oktober 207 kemarin hingga akhir Desember 2016 mendatang ini, bertujuan untuk mewujudkan kesuksesan pemilu berikutnya, khususnya meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilih pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim tahun 2018 mendatang.

“Kita ada perintah dari KPU Pusat untuk melakukan peningkatan partisipasi pemilih. Berdasarkan hal tersebut, KPU Berau melalui Divisi SDM mengambil langkah-langkah. Yang pertama, kita coba berkoordinasi dengan Diknas dan Kesbangpol, kemarin kita lakukan rapat bersama dengan jajaran guru di sekolah, kepala sekolah dan beberapa pengurus OSIS yang ada disekitar Kabupaten Berau,” ujarnya.

Acara dengan sengaja dikemas secara santai dan tidak adanya jam mengikat. Sebab, dikatakan Roby, KPU Berau menggunakan metode partisipatif atau kesukarelaan saja. Untuk itu, diharapkan awak media turut berperan aktif dalam menyukseskan jalannya pesta demokrasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Berau, hal ini juga sebagai awal kemitraan antara KPU dengan media pers dan BEM se-Kabupaten Berau.

“Insya Allah, program ini akan terus bergulir karena sudah masuk kalender kerja dan tahapan nantinya di pemilihan gubernur yang akan datang,” katanya.

Untuk persiapan jelang pelaksanaan Pilgub Kaltim di tahun 2017 sendiri, KPU Kaltim saat ini telah melakukan pembahasan anggaran belanja bersama Komisi I DPRD Kaltim pada tanggal 25 Oktober 2016 lalu. Namun, segala kegiatan peningkatan partisipasi dan kualitas pemilih diharapkan tetap berjalan.

“Kita akan coba melihat nanti segala bentuk kegiatan kita, dari mata teman-teman media dan BEM juga kita harapkan masukannya,” tambahnya.

 

Terkait trend pemilih dalam 3 kali momentum pemilihan, baik Pileg, Pilpres maupun Pilkada, diakui Roby, memang mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, masyarakat Berau yang menggunakan hak pilihnya hanya sekitar 63,8 persen. Sedangkan Pilkada pada 2005 mencapai 79 persen dan 65 persen pada 2010.

Sedangkan, partisipasi pemilih pada pileg berkisar 74 persen dan pilpres berkisar 70 persen. Menurut Roby, terjadinya penurunan partisipasi pemilih ini lebih kepada regulasi dan pertama kalinya pelaksanaan pilkada serentak di seluruh Indonesia.

“Mudah-mudahan di Pilgub bisa kita katrol naik lagi dengan metode-metode yang sebagaimana metode-metode dan prinsip yang diajarkan KPU pusat, kita bekerja secara partisipatif dan inklusif,” bebernya.

Seperti diketahui, total pemilih dari 13 kecamatan pada pilkada Berau 2015 sebanyak 157.514, dengan rincian DPT 152.363, DPTb-1 223, DPPh 411, DPTb-2 4.517. Namun, berdasarkan pelaksanaan pemungutan suara, pengguna hak pilih dari data pemilih, dirincikannya, DPT hanya 90.575, DPTb-1 121, DPPh 408 dan DPTb-2 4.517. Dengan demikian total masyarakat Berau yang menggunakan hak pilihnya hanya sebanyak 95.621 atau 63,8 persen di seluruh kecamatan.

Untuk data penggunaan surat suara, berdasarkan surat suara yang diterima termasuk cadangan 2,5 persen, totalnya 156.398, dikembalikan oleh pemilih karena rusak atau keliru dicoblos 142, yang tidak digunakan 60.635. Dengan total 95.621.

Jumlah suara sah seluruh calon yakni 93.901 dan tidak sah 1.720. Sedangkan data pemilih disabilitas/penyandang cacat yakni 54 dan yang menggunakan hak pilih 49 orang.(Andi Sawega)