Menuai Polemik, Kebijakan Parkir Pasar SAD Ditinjau Ulang

TANJUNG REDEB – Setelah banyak menuai protes, kebijakan yang mengharuskan pengunjung parkir di area depan Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), mulai ditinjau ulang.

“Jadi sementara ini, kita ambil jalan tengah. Mungkin motor boleh masuk, mobil aja yang di luar. Saya dengar begitu dari laporan Diskoperindag (Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan-red),” ujar Bupati Berau, Muharram.

Dikatakan Bupati, peninjauan ini merupakan bentuk toleransi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau agar polemik yang ada bisa sedikit diredam. Kedepannya, kebijakan itu tetap akan diberlakukan, namun dengan sistem yang lebih baik lagi.

“Jadi ada toleransi karena dilihat dari sisi aktivitas di pagi hari, itu kan tidak terlalu padat di dalam (Pasar Basah SAD-red). Jadi kendaraan roda dua yang masuk, roda empat yang parkir di depan, itu laporannya. Jadi, sementara itu dulu, artinya sambil kami lihat perkembangan. Memang situasi pasar agak krodit, sehingga perlu juga kebijakan-kebijakan yang seperti ini,” tambahnya.

Polemik yang muncul, menurut Muharram, disebabkan kurang mengertinya para pembeli yang ingin berbelanja di Pasar Basah SAD. Apabila masyarakat ingin berbelanja dalam jumlah banyak, dia tidak perlu memasukkan kendaraannya karena pengelola pasar telah menyediakan troli barang dan apabila tidak ingin direpotkan, warga bisa menyewa jasa pengantar.

“Sebenarnya, hanya ada masalah ketika ada pelanggannya yang ingin masuk berbelanja, tapi merasa jauh, sehingga agak risih dan tidak jadi belanja banyak. Biasanya ketika beli daging, ikan, dan lainnya dalam jumlah banyak, mungkin merasa susah untuk angkat keluar, padahal sudah ada troli kan disediakan,” pungkasnya.(sai)