Wabup : Kalau Memilih, Saya Pilih Eks Inhutani

TANJUNG REDEB – Komentar anggota Komisi III DPRD Berau, M. Ichsan Rapi terkait lahan pembangunan rumah sakit baru, ditanggapi Wakil Bupati (Wabup) Berau, Agus Tantomo. Wabup menilai, sangat wajar jika ada kebijakan Pemkab Berau selalu eksekutif ditanggapi anggota dewan selaku legislatif. Hal itu, tentunya menjadi saran dan masukan yang baik.

Namun demikian, Wabup meminta agar anggota dewan dalam memberikan saran dan masukan tetap sesuai dengan Tugas, Pokok dan Fungsi (Tupoksi) serta tak terlalu ngotot sampai masuk ke persoalan teknis. Pasalnya, dikatakan Wabup, persoalan yang ada saat ini, bukan sekedar memilih 1 dari 2 lokasi, yakni eks Inhutani dan lahan di Kecamatan Sambaliung.

“Kalau memilih saya pilih eks Inhutani, tapi masalahnya tak semudah itu, karena lahan Inhutani itu tidak bisa, sementara kita ada target dan waktu untuk segera membangun Rumah Sakit,” jelasnya.

Jika harus menunggu, mencari lahan lain selain Inhutani dan Sambaliung, akan ada waktu lama yang terbuang.

“Karena bukan sekedar membayar, harus cari lahan yang cocok lagi, lalu bayar, perencanaan lagi, berapa lama. Misal saja kita dapat tahun ini, tahun depan perencanaan, 2018 baru bisa dibangun,” beber Wabup.

Apalagi, untuk lahan yang di Sambaliung, sampai saat ini belum ada perencanaan seperti Studi Kelayakan atau Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED). Artinya, belum ada kepastian jika lahan yang ada itu sudah cocok.

“Jadi saya minta untuk tidak dulu meributkan soal lahan ini,” ujarnya.

Apalagi, semua persoalan itu sudah dibeberkan Bupati dan dirinya saat pertemuan di DPRD baru-baru ini. Wabup meminta, M. Ichsan Rapi untuk memahami penjelasan yang disampaikan bahwa persoalan yang ada bukan sekedar soal memilih dari 2 lokasi. Namun, ada pertimbangan lain, seperti menyesuaikan rencana tata ruang wilayah, penyebaran pembangunan dan mengurai kemacetan. Wabup juga mengajak M. Ichsan Rapi untuk duduk bersama membahas masalah ini.

“DPRD kan fungsinya penganggaran, jadi bukan dimasalah teknis, saya minta untuk tidak terlalu mencampuri masalah teknis. Silahkan, kenapa harus ngotot di lahan Inhutani yang tidak bisa,” tandasnya.(ana)