Usulan Pemkab Berau Tunda Eksekusi Mentul

TANJUNG REDEB – Proses eksekusi 31 rumah warga Jalan Pulau Panjang mengundang reaksi banyak pihak, tak terkecuali Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo. Meski tak memiliki kewenangan melakukan penundaan eksekusi, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah berupaya melakukan mediasi dengan Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb guna memberikan kelonggaran waktu penundaan eksekusi bagi warga disana.

Dikatakan Agus, upaya mediasi tersebut, sebelumnya pernah dilakukan Pemkab menyusul proses eksekusi yang akan dilakukan PN Tanjung Redeb mendekati bulan suci ramadhan. Namun, upaya Pemkab mengusulkan kelongaran waktu eksekusi tak membuahkan hasil.

"Kecewa ya kecewa, tapi kita gak bisa apa-apa ini, sudah keputusan hukum tetap, tapi Pemkab sebelumnya sudah berupaya untuk melakukan mediasi dengan Pengadilan Negeri untuk mengajukan menundaan proses eksekusi sampai akhir Idhul Fitri, namun upaya Pemkab gagal," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (30/05/2016).

Sementara itu, meski belum memiliki tempat tinggal pasca eksekusi dilakukan, Sukarlan salah seorang warga yang menjadi korban penggusuran mengaku pasrah dengan eksekusi yang dilakukan PN Tanjung Redeb. Dirinya juga menyayangkan keputusan PN yang tetap menjalankan eksekusi disaat warga akan menyambut bulan suci ramadhan.

"Gimana mas, kita mau melawan juga percuma, udah cape juga kalah di pengadilan terus, jadi ya nurut saja sekarang. Tapi kita juga kecewa sama Pengadilan Negeri, ini mau masuk bulan suci ramadhan kenapa keinginan warga minta waktu eksekusi diundur sampai habis lebaran gak dituruti," pungkasnya dengan nada kesal.

Upaya beraunews.com mendapatkan komentar Panitera Sekretaris (Pansek) Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, Sukamto dilokasi eksekusi tidak membuahkan hasil.

“Maaf saya tidak bisa komentar apa-apa terkait hal ini,” tutupnya singkat.(msz)