Bupati Jelaskan Penyebab Berau Raih Peringkat Terbawah Kabupaten Sehat

TANJUNG REDEB – Kembalinya Berau menyandang predikat posisi terendah sebagai Kabupaten Sehat sejak program ini diluncurkan 3 tahun lalu, membuat Bupati Berau,  Muharram prihatin.

Dijumpai beraunews.com di ruang kerjanya, Senin (6/6/2016), Bupati mengakui jika saat itu program Kabupaten Sehat sempat berjalan. Namun hanya sampai pada pembentukan tim Berau Sehat di 13 Kecamatan.

"Saya juga prihatin sebenarnya, tapi waktu itu kita memang tak bisa berbuat banyak. Padahal saya yang dilantik jadi Ketua tahun 2010 itu, langsung gerak cepat ke setiap Kecamatan membentuk tim Berau Sehat. tapi karena kurang dukungan Pemerintah Daerah, kegiatan itu langsung berhenti di tengah jalan," ungkap seraya menekankan jika penjelasannya ini tanpa bermaksud menyinggung pihak manapun.

Terhentinya program tersebut, dikatakan Bupati, tak terlepas lepas dari maraknya isu politis yang berkembang di masyarakat. Akibatnya, anggaran Rp1 Miliar yang disiapkan pada saat itu, tidak bisa dicairkan Pemerintah Daerah.

"Saya usulkan dana di DPRD waktu  itu Rp1 miliar dan disetujui, tapi anggaran tersebut malah tidak bisa dicairkan dengan alasan, program saya ini penuh nuansa politis. Jadi saya katakana ke Dinas Kesehatan mulai saat itu, saya tak akan aktif lagi mengurus program Berau Sehat. Inilah yang menjadi penyebab Berau menyandang predikat posisi terendah sebagai Kabupaten Sehat, yaitu tidak berjalannya kepengurusan tim Berau Sehat," bebernya.

Meski sempat tak mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah, kini program Kabupaten Sehat kembali mendapat dukungan penuh. Namun, saat ini masih dalam tahap penyusunan kepengurusan baru. Ditargetkan akhir Juni 2016, program Kabupaten Sehat sudah bisa dijalankan kembali.

"Sekarang kita lagi penyusunan kepengurusan baru. Saya mendukung penuh program ini.  Jadi target, Juni ini pengurusan sudah rampung, sehingga habis lebaran program sudah berjalan," pungkasnya.(msz)