Soal Lokasi Rumah Sakit, Iccang : Saya Tak Berani Tanggung Jawab

TANJUNG REDEB – Rencana pemindahan lokasi pembangunan rumah sakit baru terus menuai pro kontra di masyarakat. Termasuk dari DPRD Berau. Setelah menyampikan suara penolakan,beberapa waktu lalu, dan dapat jawaban Bupati soal pertimbangan pemindahan, Fraksi Partai Gerindra ternyata tetap ngotot menolak. Alasannya, memegang amanah masyarakat Berau yang diwakilinya.

“Saya tidak berani, tanggung jawabnya diakhirat,” tegas Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Berau, M. Ichsan Rapi.

Ia sudah mempertimbangkan matang-matang menolak kebijakan Bupati dan Wakil Bupati jika lokasi dipindahkan. Sebab, rata-rata suara masyarakat menolak pemindahan lokasi ke Sambaliung yang dinilai jauh dari pusat kota, seperti dari Kecamatan Teluk Bayur, Gunung Tabur, Kelay dan Segah.

“Tapi mohon ini bukan balas pantun, ini suara kami kepada Bupati dan Wakil Bupati. Jadi jangan dianggap sebagai penentang, karena yang kami sampaikan ini adalah saran,” jelas Iccang, sapaan akrab M. Ichsan Rapi.

Iccang mengaku tidak sempat ikut dalam rapat bersama dengan kepala daerah baru-baru ini, lantaran ada keperluan lain. Sehingga, menurutnya ini adalah salah satu media untuk menyampaikan suara wakil rakyat kepada kepala daerah.

Jika menyoal waktu yang mepet untuk pembangunan rumah sakit, menurutnya tidak terlalu tepat. Sebab, meskipun sudah ada lahan siap bangun di Sambaliung, yang merupakan sumbangan dari seorang pengusaha Berau, tetapi tidak serta merta bisa langsung membangun sebelum merevisi perencanaan yang sudah ada.

Sementara, jika menyoal anggaran yang besar untuk membebaskan lahan eks Inhutani, dijelaskannya akan sama dengan jika pembangunan diarahkan ke Sambaliung.

“Biaya pembangunan jalan lagi, atau pelebaran atau bisa juga peningkatan karena tidak mungkin jalannya seperti yang sekarang, belum lagi air bersihnya, listrik dan telepon,” jelasnya.

Dirinya menyarankan, agar Pemkab Berau kembali melihat peluang lahan lain yang masih lebih dekat, atau mencari celah lain terhadap lahan yang ada yakni eks Inhutani.

“Saya dan teman-teman di Gerindra adalah wakil dari rakyat yang mengamanahkan suaranya kepada kami, dan inilah suara mereka. Sekali lagi saya tidak berani membantah itu, diakhirat saya pertanggung jawabkan itu,” pungkasnya.(ana)