Pengunjung Harus Parkir Kendaraan Diluar Pasar SAD

TANJUNG REDEB – Aturan baru kembali diberlakukan di pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD). Kali ini terkait, tata cara parkir bagi warga yang berkunjung ke pasar tradisional kebanggaan Bumi Batiwakkal itu.

Pantauan beraunews.com dilokasi, warga yang ingin masuk ke pasar terlebih dahulu harus menghadapi petugas keamanan pasar yang telah siap siaga berjaga di pintu masuk guna mengarahkan warga agar parkir kendaraannya di luar areal pasar.

Warga pun dibuat kebingungan dengan peraturan baru tersebut, sesekali terlihat warga memohon kepada petugas agar diperbolehkan parkir di dalam areal pasar. Namun, petugas tetap bersikukuh tak mengijinkannya.

Tak pelak, aturan baru ini dikeluhkan warga. Sebut saja misalnya Syadli, warga Kecamatan Sambaliung. Dirinya tidak setuju dengan adanya aturan baru tersebut lantaran dinilai hanya menyulitkan warga yang akan berbelanja ke pasar. Syadli pun berharap agar aturan itu tidak diberlakukan lagi.

“Masa kita disuruh parkir di depan, kan jauh bawa barang belanjaanya, lagi pula masih banyak juga kendaraan lainya parkir di dalam,” sahutnya.

Keluhan lain datang dari Alus, pedagang di area pasar basah pasar SAD. Alus dengan lantang menolak aturan baru tersebut dengan langsung mendatangi pos keamanan.

“Pokoknya saya tidak terima,peraturan baru ini, karena hanya menyiksa kita. Bayangkan saja, barang-barang langganan saya harus saya dorong sejauh 200 meter kedepan  karena mobil mereka dilarang masuk. Saya minta peraturan baru ini segera dicabut,” keluhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPTD Pasar SAD, Salehuddin membenarkan adanya aturan baru itu. Dia mengatakan, aturan itu atas perintah Bupati Berau, Muharram. Namun, seiring berjalannya waktu, peraturan tersebut akan terus di evaluasi dan menjadi pertimbangan sesuai dampak yang dirasakan warga.

“Peraturan ini mulai kami terapkan sejak 1 Juni lalu sesuai surat perintah yang kami terima dari Bupati. Peraturan ini akan kami terus berlakukan selama belum ada perintah lanjutan dari Bupati. Jika memang mendapat penolakan dari warga, kami akan coba mempertimbangkan hal ini kembali kepada Bupati,” tutupnya.(ea)