Defisit Anggaran, Bupati Bentuk Tim Antisipasi

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau menjadi salah satu daerah yang terkena imbas defisit APBN tahun 2016 terbesar. Berdasarkan perhitungan, APBD Berau tahun 2016 akan mengalami defisit sekitar Rp800 miliar hingga Rp850 miliar.

Jika APBD Berau tahun 2016 sebelumnya diketuk diangka Rp2,7 triliun, maka kemungkinan besar APBD Perubahan Berau tahun 2016 akan menyusut dan hanya dipatok dikisaran Rp1,8 triliun sampai Rp1,9 triliun. Dengan fakta kekurangan anggaran tersebut, Pemkab Berau mengambil langkah cepat dengan menyusun rencana pemangkasan anggaran.

Jika sebelumnya, Bupati Berau, Muharram langsung menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Jonie Marhansyah dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk mengevaluasi kegiatan pembangunan dan belanja seluruh SKPD. Kini, Muharram membentuk tim antisipasi defisit APBD tahun 2016 untuk bersiap membahas rencana pemangkasan anggaran.

“Kita sudah membentuk untuk mengantisipasi bagaimana bisa mengatasi pengurangan DAU (Dana Alokasi Umum-red) dan sebagainya ini, bisa kita cari jalan keluarnya. Itu secara internal, yang dulu kita lakukan,” ujar Muharram saat ditemui beraunews.com, Jum’at (26/8/2016).

BACA JUGA : Sekda : 27 SKPD Belum Laporan Realisasi Belanja Modal

Berau tidak bisa menafikan kondisi keuangan nasional yang tengah mengalami defisit. Imbasnya, penyusutan APBD Berau tahun 2016 menjadi hal yang tidak terelakkan. Namun, kendati melakukan pemangkasan anggaran dalam jumlah yang besar, diungkapkan Muharram, dirinya tetap memiliki acuan prioritas program yang perlu dipertahankan.

“Insya Allah, dalam waktu dekat kami sudah menemukan solusi untuk mencari alokasi Rp290 miliar itu,” ungkapnya.

Dia mengatakan, program yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga Berau seperti ketersediaan listrik, air bersih serta program desa membangun, menjadi program prioritas yang kebal terhadap pemangkasan.

“Program yang menyangkut listrik, air bersih maupun desa tetap menjadi prioitas,” tegasnya.

BACA JUGA : Soal Penurunan APBD, Dispenda : Dana Transfer Terlalu Dipaksakan

Salah satu program yang akan mengalami pemangkasan anggaran besar, dikatakan Muharram, kemungkinan program belanja modal seperti perjalanan dinas.

“Kita sudah melakukan upaya-upaya antisipasinya, mulai dari mengurangi belanja modal, biaya operasional, belanja langsung dari SKPD minimal 5 persen,” ujarnya lagi.

Secara umum, dipastikan Muharram, Pemkab Berau tidak akan memangkas anggaran program mendesak yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat Berau.

BACA JUGA : Bupati Belum Ambil Kebijakan Atas Defisit Anggaran

“Kita juga menyetop seluruh proyek-proyek yang belum dilelang. Kemudian, yang sudah dilelang, itu pun kita coba cek lagi. Misalnya, belum dikerjakan, kita akan lakukan evaluasi untuk apakah distop atau paling tidak memiliki sistem baru yakni dia (kontraktor-red) kerjakan tapi pembayarannya tahun depan. Nanti kita lihat, apa saja yang mendesak,” pungkasnya seraya tersenyum.(Andi Sawega)