Sekda : 27 SKPD Belum Laporan Realisasi Belanja Modal

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram telah menginstruksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Jonie Marhansyah untuk mengevaluasi realisasi belanja modal SKPD di lingkungan Pemkab Berau. Hal itu dilakukan guna menghadapi defisit APBD Berau tahun anggaran 2016.

Seperti diketahui, defisit anggaran ini terus bergerak dan berdampak pada Dana Alokasi Umum (DAU) yang merupakan salah satu komponen belanja pada APBN, dan menjadi salah satu komponen pendapatan pada APBD yang digunakan untuk mendanai kebutuhan pemerintah daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Seperti, untuk belanja pegawai dan belanja modal.

Oleh karena itu, sesuai instruksi Bupati Muharram, Sekda pun meminta hal ini menjadi perhatian SKPD, khususnya dalam menyusun dan menyampaikan laporan pengelolaan aset daerah.

“Arahannya sudah saya sampaikan, yakni supaya SKPD itu peduli dengan laporan-laporan aset, baik laporan belanja modal maupun barang persiapan,” ujarnya saat ditemui beraunews.com usai pertemuan pengelola barang dari seluruh SKPD, di Balai Mufakat, Kompleks Rumah Jabatan Bupati, Jalan Cendana, Rabu (24/8/2016).

Pimpinan SKPD, ditegaskan Jonie, harus melakukan monitoring dan evaluasi rutin di unit kerjanya, terkait kewajiban untuk menyampaikan laporan dari realisasi belanja modal maupun persediaan barang yang ada. Pasalnya, dari evaluasi yang dilakukan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, masih ada beberapa SKPD yang belum menyampaikan laporan.

“Kita menekankan pimpinan SKPD peduli untuk laporan-laporan, khususnya memberikan perhatian terhadap laporan belanja modal maupun laporan barang persediaan di unit kerjanya. Sebab, ada 27 SKPD belum melaporkan sama sekali, 12 SKPD dalam proses klarifikasi dan evaluasi data-datanya, dan 21 SKPD sudah lengkap,” ungkapnya.

Untuk SKPD yang belum menyampaikan laporannya, ditegaskan Jonie, menjadi perhatian serius. Bahkan diberikan waktu untuk menyusun laporan yang diharapkan bisa selesai dalam lima hari ke depan.

“Yang belum melaporkan itu menjadi penekanan kita supaya segera melaporkan. Saya minta dalam waktu 5 hari ke depan,” tegasnya.(Andi Sawega)