Bupati : Hanya 2 Perusahaan Terlihat Lakukan CSR

TANJUNG REDEB – Corporate Social Responsibility (CSR) sifatnya wajib bagi pelaku usaha berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT), BUMN dan BUMD. Sehingga pelaku usaha sudah tidak bisa lagi memandang sebelah mata terkait tanggung jawabnya dalam pengembangan masyarakat utamanya masyarakat yang tinggal di lingkungan sekitar perusahaan.

Berdasarkan riset yang dilakukan FK Pelita bersama Koran Kaltim dan KNPI Berau serta diungkapkan dalam Berau Discussion Club (BDC) April 2015 lalu, diketahui kalau potensi CSR yang tak termanfaatkan di Kabupaten Berau mencapai Rp559,35 miliar per tahun dari 502 perusahaan berbadan hukum PT, BUMN/BUMD yang belum tersentuh.

Setelah 1 tahun lebih riset tersebut, ternyata dari 502 wajib CSR di Kabupaten Berau, hanya ada 2 wajib CSR yang terlihat melakukan kewajiban CSR-nya, yakni PT Berau Coal dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma). Hal itu diungkapkan Bupati Berau, Muharram.

Bupati mengatakan, perusahaan lainnya mungkin juga melakukan, namun tidak terkomunikasi dengan Pemkab Berau, sehingga pihaknya tidak tahu berapa besaran dan seperti apa pendistribusian yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lainnya.

“Kemungkinan yang lain juga ada, tapi hanya internal mereka saja dan di daerah lingkar tambang, sehingga kami tidak tahu berapa dan apa yang dilakukan,” ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (25/8/2016).

Pemkab Berau sendiri akan melakukan komunikasi intensif dengan para pengusaha di Kabupaten Berau terkait CSR mereka agar bisa disampaikan kepada Pemkab. Sehingga, bisa diketahui berapa potensi CSR yang ada dan akan diapakan CSR tersebut.

“Kalau seperti dua perusahaan ini, mereka menyampaikan tahun ini terget CSR sekian, dan apa yang akan dilakukan disampaikan, jika kami setuju maka dilanjutkan. Kalau ini dikomunikasikan dengan pemerintah, kita akan tahu dan persoalan CSR juga pasti akan terselesaikan,” pungkasnya.(Dedy Warseto)