Ambotang : Urusan Haji, Jangan Mendahului Kehendak Tuhan

TANJUNG REDEB – Terkait banyaknya warga yang berada di Kepulauan Derawan yang masih berangkat haji melalui Negara Filipina ditanggapi oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Berau, Ambotang. Disampaikannya, terkait warga Berau yang naik haji melalui luar negeri khususnya Filipina, terlebih itu dilakukan dengan menggunakan identitas dan paspor palsu, ditegaskannya sangat tidak dibenarkan.

"Kami dari Kementerian Agama tidak merestui itu," ungkapnya pada beraunews.com, Selasa (23/8/2016).

Tetapi, hingga sekarang pihaknya belum mendapatkan informasi terkait keberangkatan jamaah haji dari Berau melalui Filipina. Apalagi, para jamaah tersebut dikatakannya berangkat tidak melalui Kementrian Agama.

BACA JUGA : Pulang Dari Filipina, Ngadu Sambil Nangis, Ada Apa???

Sementara ketika ditanya, adakah pemantauan dari Kemenag Berau terkait masih adanya warga Berau yang nekat berangkat haji dari Filipina, Ambotang mengatakan untuk hal itu memang tidak dilakukan.

"Kita memang tidak memantau jemaah-jemaah haji illegal, terlebih hal itu menggunakan paspor atau identitas palsu. Cuma kita sudah berulang kali sampaikan, carilah jalur yang resmi dalam hal ini Kementerian Agama. Atau cari travel-travel khusus yang resmi," bebernya.

BACA JUGA : Soal Dua Warga Pulau Derawan Ke Filipina, Ini Kata Imigrasi

Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji, hendaknya mengikuti peraturan yang benar, dan berlaku sesuai aturan dari Kementrian Agama. Untuk pendaftaran sendiri dikatakan Ambotang, pihakya tidak pernah membatasi berapapun jumlah pendaftar haji. Hanya syaratnya satu, sabar menunggu.

"Meskipun harus menunggu belasan tahun. Apalagi urusan haji adalah milik Allah. Lebih baik ikuti aturan resmi, daftar di bank Rp25 juta. Naik atau tidak, itu kehendak Allah. Kita jangan mendahului kehendak Tuhan," jelasnya.

BACA JUGA : Dilarang Sakit, Calon Haji Berangkat Agustus

Untuk diketahui, untuk tahun ini ada sekitar 111 jamaah haji dari Kabupaten Berau yang berangkat ke tanah suci. Jumlah itu memang lebih sedikit dari sebelumnya, yakni 141 jamaah. Itu dikarenakan, adanya pengurangan jamaah haji langsung dari otoritas Arab Saudi, lantaran pemerintah disana masih melakukan renovasi Masjidil Haram.(hir)