Pelatihan Sembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam

TANJUNG REDEB – Menjelang Hari Raya Idul Adha yang identik dengan pemotongan hewan kurban, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan), menggelar pelatihan penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam, di Kantor Disnakeswan, Senin (22/8/2016).

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 55 peserta dari perkumpulan majelis taklim, masjid, mushola maupun masyarakat umum, tersebut menghadirkan pemateri dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Supratikno dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Kaltim, Sumarsongko.

Pelatihan tersebut sengaja digelar sebagai bekal pengetahuan kepada petugas penyembelihan hewan kurban agar sesuai dengan syariat dan dibenarkan dalam Islam. Sebab dalam proses penyembelihan hewan kurban ada hal-hal yang mesti dan tidak boleh dilakukan agar hewan kurban tersebut hukumnya tidak menjadi haram untuk dikonsumsi.

Begitu juga dengan pemilihan hewan-hewan kurban antara lain tidak boleh menyembelih hewan yang buta atau sedang dalam gangguan penglihatan, bertubuh sangat kurus, pincang, ataupun yang terserang penyakit.

Dipaparkan oleh Supratikno, penyembelihan hewan harus dilakukan dengan membaca basmalah terlebih dulu. Tidak boleh dilakukan oleh orang yang belum baligh, harus muslim, dilakukan di depan masyarakat banyak, menunggu hewan kurban sampai benar-benar mati sebelum dikuliti dan potong dagingnya, serta mengambil daging kurban meski hanya sedikit.

“Kita tidak boleh menyembelih hewan langsung putus lehernya, atau dia langsung mati. Biarkan dulu otaknya bekerja memerintahkan jantung berdenyut lebih kencang, supaya aliran darah yang keluar bisa lebih banyak dan cepat juga. Itu tidak akan membuat hewan tersebut merasa sakit,” ujarnya.

Peralatan pisau yang digunakan untuk menyembelih hewan kurban juga perlu diperhatikan, menggunakan pisau yang tidak tajam akan menimbulkan rasa sakit pada hewan.

“Pisaunya harus tajam, jangan sampai kita menyakiti hewan itu meskipun kita menyembelihnya,” ungkapnya.

Sementara Kepala Disnakeswan, M Gazali mengatakan, pelatihan tersebut ditujukan kepada penyembelih hewan kurban baik di masjid, mushola maupun sekolah-sekolah agar tata cara penyembelihan tidak bertolak belakang dengan ajaran Islam. Selain itu, juga agar prosesi penyembelihan hewan kurban di hari raya kurban nanti berjalan lancar dan tidak terkendala apapun.

“Ya, dengan adanya pelatihan ini kita harapkan nantinya seluruh petugas yang melakukan penyembelihan tidak lagi kebingungan. Karena menyembelih hewan bukan asal sembelih saja. Setiap tahun kita lakukan pelatihan seperti ini,” tandasnya.(msz)