Pinjaman Pemkab Ke PT SMI Tertunda

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau terus melakukan penjajakan lanjutan rencana peminjaman dana pembiayaan pembangunan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Untuk membahas rencana tersebut, Bupati Muharram bersama Wakil Bupati Agus Tantomo dan Wakil Ketua II DPRD, Anwar kembali melakukan kunjungan kerja ke kantor PT SMI, Wisma GKBI Building, Jalan Jend. Sudirman Jakarta, Jum’at (19/8/2016) lalu.

“Itu terus kita tindaklanjuti,” ucap Wabup saat ditemui beraumews.com di Kantor Bupati Berau, Senin (22/8/2016).

Namun, dikatakan Wabup, pihak SMI meminta Pemkab untuk memenuhi beberapa persyaratan yang ada dan harus dipenuhi apabila ingin mengajukan pinjaman. Salah satunya, yakni studi kelayakan proyek atau disebut feasibility study (FS) atas rencana peminjaman dana untuk pembangunan rumah sakit baru.

“Ada beberapa persyaratan yang belum bisa kita penuhi. Seperti, untuk proyek pembangunan rumah sakit baru yakni FS-nya belum punya, kita mau buat. Sementara, anggarannya belum ada,” ujarnya.

BACA JUGA : Anggaran Menurun, DPRD Dukung Rencana Pinjaman Dana

Terkait FS tersebut, Wabup tidak akan menganggarkan di APBD, melainkan akan meminta bantuan pihak ketiga, melalui dana Corporate Social Responbility (CSR) dari perusahaan yang ada di Berau seperti PT Berau Coal, yang memiliki potensi CSR sebesar Rp79 miliar per tahun.

“Inikan harus dianggarkan, dibuat serta dari sisi waktu juga ada masalah sehingga kita mengambil langkah, membuat FS tanpa menggunakan APBD. Kita akan meminta bantuan CSR PT Berau Coal. Insya Allah, itu selesai dan hari ini konsultannya datang,” jelasnya.

Terkait besaran anggaran yang diajukan, diungkapkan Wabup, dirinya belum bisa berkomentar lebih. Sebab, hal ini tergantung dari hasil FS yang juga menampilkan rincian perkiraan besaran anggaran pembangunan rumah sakit tersebut.

“Belum ada karena selain membuat FS, konsultan juga akan membuat review anggaran. Saya tidak setuju dengan anggaran yang ada sekarang, yang menembus angka Rp1 triliun,” pungkasnya seraya mengatakan, anggaran yang diperlukan untuk membangun rumah sakit dengan jumlah kamar sekitar 400 pintu tak akan menghabiskan anggaran hingga Rp1 triliun, namun hanya sekitar Rp400 miliar.(sai)