PNS Satpol PP Jadi Tersangka Kasus Koperasi Akbar Mandiri

TALISAYAN – Ditetapkannya tiga tersangka kasus penyalahgunaan dana plasma oleh pengurus Koperasi Akbar Mandiri (KAM) Kecamatan Talisayan berinisial AT, Aw dan I yang disampaikan Kapolres Berau, AKBP Handoko melalui Kasat Reskrim, AKP Andreas Nurcahyo Wibowo beberapa waktu lalu, menimbulkan persoalan baru.

Hal itu dikarenakan, salah satu dari tiga tersangkan yang berinisial Aw, berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Berau. Diketahui, Aw bertugas di Kecamatan Talisayan, dan menjadi tersangka setelah keterlibatannya dalam menyalahgunakan jabatan sebagai pengurus inti di Koperasi Akbar Mandiri.

Camat Talisayan Husdiono, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, membenarkan keterlibatan salah seorang pegawainya tersebut.

"Pegawai PNS Satpol PP di Kecamatan Talisayan," ungkapnya pada beraunews.com, Minggu (21/8/2016).

BACA JUGA : 3 Pengurus Koperasi Akbar Mandiri Ditetapkan Sebagai Tersangka

Meskipun Aw telah ditetapkan sebagai tersangka, Husdiono mengaku, belum mengambil tindakan atau pun langkah terkait hal tersebut. Bahkan, pihaknya baru mengetaui Aw menjadi tersangka melalui kabar di media massa. Dirinya juga tak mengetahui apakah ditetapkannya Aw jadi tersangka, langsung ditahan atau tidak.

"Tahunya tiga hari lalu dari beraunews.com," katanya.

Sebelum jadi tersangka, pihaknya mengetahui Aw masih menjadi saksi. Bahkan, Aw masih aktif sebagai petugas Satpol PP di Kecamatan Talisayan. Namun jika pihaknya telah mendapatkan pemberitahuan resmi, atau yang bersangkutan telah ditahan, pihaknya akan mengambil langkah tepat.

Intinya, terkait keterlibatan Aw, dirinya sangat menghormati proses hukum yang sedang berlaku. Sementara Aw sendiri juga terancam kehilangan jabatannya sebagai PNS jika terbukti melakukan penyalahgunaan dana plasma.

"Dalam waktu beberapa hari pemeriksaan sebagai saksi masih  dibijaki internal kantor. Nah, kalau sudah resmi tersangka, dan ditahan baru kita buat laporan ke Bupati, bagaimana instruksi selanjutnya," pungkasnya.(hir)