Flu Singapura Belum Terindikasi Ada Di Berau

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran penyakit flu Singapura pada musim panas dan pancaroba atau saat peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Menanggapi imbauan ini, Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Berau, Andarias Baso mengatakan, flu tersebut merupakan penyakit berjangkit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA (asam ribonukleat), yang masuk dalam familia Picornaviridae dan Genus Enterovirus (non Polio).

Namun, di Kabupaten Berau hingga saat ini belum ada laporan terkait adanya masyarakat yang terkena penyakit flu Singapura. Hal itu berdasarkan laporan dari Puskesmas, RSUD dr. Abdul Rivai, klinik maupun praktek umum.

“Kalau ada, mungkin kami akan koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk bagaimana tidak lanjutnya,” tururnya saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

BACA JUGA : Masyarakat Diimbau Waspada Flu Singapura

Dikatakannya, dalam dunia kedokteran, flu Singapura dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (KTM). Ciri-ciri penyakit ini diawali dengan gejala seperti flu biasa, yakni demam, batuk, dan pilek. Namun, bila kondisi ketahanan tubuh si penderita rendah, akan menyebabkan munculnya ruam atau bintik merah di telapak kaki dan tangan hingga komplikasi dan meninggal.

“Itu hampir sama dengan flu biasa. Ada yang disamping demam, batuk, dan pilek, ada juga yang pada sakit badannya. Itu tergantung pada kondisi fisik orang tersebut, ada yang parah dan ada juga tidak dan termasuk munculnya bintik-bintik kemerahan,” jelasnya.

Ditegaskan Andarias, kondisi ketahanan tubuh atau fisik si penderita sangat menentukan gejala yang muncul, bila telah terinfeksi virus flu tersebut. Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum yang menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun). Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus.

“Jadi, kondisi fisik orang itu sangat menentukan. Ada orang yang mudah kena tapi ada juga yang tidak kena karena daya tahan tubuhnya bagus. Kalau urusan virus, itu paling gampang menular,” pungkasnya.

Perlu diketahui, penularan flu ini melalui kontak langsung dari orang ke orang seperti melalui droplet, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tak ada faktor tapi ada pembawa seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain enterovirus lainnya. Masa inkubasinya sekitar 2-5 hari. Sementara untuk waktu terekspos sampai terkena penyakit 3-7 hari.(sai)