Disdukcapil Belum Terima Juknis Batas Akhir Rekam E-KTP

TANJUNG REDEB – Kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) terkait batas akhir perekaman data kependudukan atau membuat Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) hingga 31 September mendatang, rupanya belum diketahui secara pasti oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau, Fredy Suryadi.

“Saya baru tahu setelah baca soal ini (batas akhir perekaman e-KTP-red) dari berita online beraunews,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Sabtu (20/6/2016).

Fredy mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima petunjuk teknis (juknis) terkait hal tersebut. Selain itu, ia juga belum memahami secara detail apa yang diinginkan oleh Kemendagri, maka itu pihaknya akan segera melakukan konfirmasi atau kroscek terhadap imbauan tersebut.

“Kita belum tahu apa yang menjadi keinginan pusat secara detail, tapi untuk batas akhir perekaman e-KTP ini akan segera kami cari tahu. Kalau bisa sekaligus kami diberikan dalam bentuk surat edaran supaya mudah menginformasikan kepada masyarakat,” katanya.

BACA JUGA : Seluruh Pelayanan Harus Menggunakan E-KTP, Disdukcapil Kembali Layangkan Surat Edaran

Saat ini, diakui Fredy, memang masih cukup banyak warga Kabupaten Berau yang belum melakukan perekaman e-KTP. Dengan adanya imbauan dari Kemendagri tersebut, diharapkan masyarakat segera menyelesaikan tanggung jawab kependudukannya.

Adapun sanksi yang akan diberikan negara melelui Kemendagri kepada warga yang tidak melakukan perekaman atau membuat e-KTP akan dinonaktifkan kependudukannya, karena sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 112/2013 dinyatakan bahwa mulai 1 Januari 2015 semua penduduk Indonesia harus sudah memiliki e-KTP.(mta)