Masyarakat Tak Perlu Antri Urus KTP

TANJUNG REDEB – Guna meningkatkan pelayanan kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau akan meluncurkan aplikasi online bertajuk Sistem Informasi Manajemen Pendaftaran Penduduk (Simpenduk).

Aplikasi tersebut merupakan inovasi perubahan dari pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Eselon III (Diklat Pim III) yang bertujuan, memberikan kemudahan pada masyarakat dalam mengetahui proses kependudukannya, baik saat pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) maupun Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI).

Kepala Bidang Pendaftaran Pendudukan Disdukcapil Berau, Hasnawati menyampaikan, selain untuk mengetahui sejauh mana proses kependudukan masyarakat, Simpenduk juga dapat digunakan untuk mengetahui proses kependudukan yang sedang dalam status pending atau kelengkapan berkas belum lengkap 100 persen. Pelayanan publik (customer service) yang dibuka dan ditutup sesuai dengan jam kerja Disdukcapil pun tersedia dalam aplikasi tersebut.

“Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 25/2008 tentang Persyaratan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, ada beberapa syarat untuk bisa mendapatkan KTP, KK, ataupun SKPWNI. Jadi, apabila itu sudah selesai atau ada proses yang pending, maka masyarakat bisa langsung melihat dan bisa juga dikomunikasikan langsung dengan customer service yang ada di Disdukcapil,” ungkapnya kepada beraunews.com diruang kerjanya, Jum’at (19/8/2016).

Untuk mendukung program Simpenduk, Disdukcapil akan mengadakan pelayanan khusus pengaduan masyarakat, sehingga komunikasi yang terjadi tidak hanya satu arah. Adapun, manfaat lain yang bisa didapatkan masyarakat dengan adanya Simpenduk, yakni mengurangi biaya yang dikeluarkan saat proses pembuatan dokumen kependudukan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan, dimana pembuatan dokumen kependudukan gratis. Masyarakat juga dapat mengetahui apa saja berkas yang masih kurang dalam proses kependudukannya.

Sedangkan manfaat yang didapat pemerintah daerah yakni, dapat dengan mudah mengakses data kependudukan masyarakat jika dibutuhkan sebagai dasar mengambil kebijakan. Kemudian, pihak Disdukcapil sendiri dapat bekerja lebih konsentrasi karena masyarakat tidak lagi mengantri seperti sebelumnya. Selain itu, berkas-berkas kependudukan juga tidak akan tercecer.

“Kita ingin komunikasi bisa dua arah, dari masyarakat ke Disdukcapil dan sebaliknya supaya proses kependudukan bisa dilaksanakan dengan baik dan cepat,” ujarnya.

Tidak hanya mendapat dukungan penuh dari Kepala Disdukcapil Berau, Fredy Suryadie, program Simpenduk juga telah didukung Bupati Berau, Muharram serta semua pihak terkait. Saat ini, proses realisasi program tersebut sudah berjalan dan akan dianggarkan melalui APBD Perubahan tahun 2016. Kedepannya, program ini juga akan dikembangkan untuk proses administrasi kependudukan seperti pembuatan akta kelahiran dan sebagainya.

“Semoga prosesnya berjalan sesuai dengan rencana dan pelayanan Simpenduk dapat segera dinikmati masyarakat,” pungkasnya.(sai)