Seluruh Pelayanan Harus Menggunakan E-KTP, Disdukcapil Kembali Layangkan Surat Edaran

TANJUNG REDEB – Masih banyaknya masyarakat yang tidak melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP), membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau terpaksa mengedarkan kembali surat edaran yang melarang lembaga pelayanan masyarakat mensyaratkan KTP domisili lokal dalam segala bentuk pelayanan.

Surat edaran yang diterbitkan sejak tahun 2012 lalu menginstruksikan hal tersebut kepada seluruh lembaga pelayanan masyarakat seperti kepolisian, perbankan dan sebagainya, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penipuan atau pemalsuan data diri.

“Kami sampaikan kembali surat edaran itu seminggu yang lalu kepada semua instansi terkait, semua pelayanan harus gunakan E-KTP,” ungkap Fredy Suryadi, Kepala Disdukcapil saat ditemui beraunews.com, Jum’at (19/8/2016).

BACA JUGA : Mulai Saat ini, Pelayanan Gunakan KTP Elektronik

Fredy juga membantah soal E-KTP tidak bisa difotokopi. Ia mengatakan, E-KTP bisa difotokopi. Namun, khusus untuk pelayanan perbankan ia mengimbau kepada seluruh perbankan untuk mengadakan alat berupa smart card rider (alat perekam data E-KTP) untuk pelayanan nasabah.

Seperti BRI yang sudah mulai berkreasi menggunakan alat tersebut dalam pelayanannya, saat ini tidak perlu lagi mengisi formulir untuk membuka rekening dan sebagainya. Cukup dengan menyerahkan E-KTP kepada petugas bank, kemudian dilakukan perekaman data dengan alat tersebut, maka pelayanan bisa dilanjutkan.

“Dengan begitu tidak ada lagi nasabah yang bisa memalsukan identitas mereka, karena memang ada beberapa kasus pemalsuan KTP yang merugikan pihak bank,” ujarnya.

BACA JUGA : 31 September, Batas Akhir Perekaman Data Kependudukan

Jika belum memiliki alat tersebut, pihak bank diminta untuk menjalin koordinasi dengan Disdukcapil untuk mengetahui data para calon nasabah, sehingga pelayanan yang diharapkan berjalan sesuai prosedur tidak merugikan pihak bank maupun pihak nasabah sendiri.

“Kalau tidak koordinasi takutnya nanti ada apa-apa kita tidak bisa berbuat apa-apa juga,” tandasnya.(mta)