Positif, Berau Bebas Vaksin Palsu

TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan Kabupaten Berau terbebas dari vaksin palsu, baik yang beredar di rumah sakit, puskesmas, posyandu maupun apotik dan praktek umum. Hal itu menyusul keluarnya hasil uji laboratorium sampel vaksin yang dicek Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Samarinda.

“Ada sampel yang kita ambil dari produk yang sejenis dan mirip dengan itu. Kita lakukan pemeriksaan dan dibawa semua ke Balai POM, ternyata hasilnya itu bukan yang palsu dan asli semua,” ungkap Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Andarias Baso saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Kamis (18/7/2016).

BACA JUGA : BPOM Tak Temukan Vaksin Palsu

Diungkapkan Andarias, semua vaksin yang diuji Balai POM di laboratorium, diambil dari beberapa apotik, klinik dan praktek umum serta puskesmas, khususnya di Kecamatan Tanjung Redeb yang di inspeksi dadakan (sidak) Balai POM bersama Dinkes Berau, Kamis (30/6/2016) lalu.

“Dari sidak pemeriksaan kemungkinan adanya vaksin palsu dengan Balai POM pada semua apotik dan dokter-dokter spesialis khususnya spesialis anak yang kita curigai menyimpan atau menggunakan obat vaksin, kita lakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Ditambahkan Andarias, tidak semua apotik dan klinik yang ada di Berau di sidak. Hanya apotik yang memiliki kerja sama dengan dokter spesialis anak yang membuka praktek umum seperti Devi Farma, Berau Farma dan Sangkakala. Sedangkan, vaksin yang beredar di rumah sakit, puskesmas dan posyandu berasal dari Dinkes.

“Kalau vaksin yang kita dapatkan disini adalah droping dari Kementerian Kesehatan melalui provinsi (Dinkes Kaltim),” tambahnya.

BACA JUGA : Ini Perbedaan Vaksin Asli dan Aspal

Vaksin yang disimpan di gudang obat dan vaksin kantor Dinkes Berau, dijelaskan Andarias, juga turut diambil sebagai sampel dan diuji laboratorium oleh pihak Balai POM.

“Vaksin disini ada juga yang dibawa ke Balai POM dan hasilnya tidak ada yang palsu. Dua minggu lalu, saya dikirimkan hasilnya via email. Yang dicurigai hanya vaksin yang ada di Kasih Ibu, yang dicurigai disitu aja. Ternyata, tidak ada yang palsu termasuk vaksin kita yang ada disini, yang di dalam gudang, dibawa juga sampelnya dan positif tidak ada yang palsu,” pungkasnya.(sai)