Dokter Spesialis RS Pratama Tak Ada Peminat, Dinkes Usulkan Gaji 60 Juta

TALISAYAN – Megahnya bangunan RS Pratama, yang berada di Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan, dikabarkan hingga kini masih belum beroperasi. Hal itu dikarenakan masih belum lengkapnya sejumlah fasilitas yang ada di rumah sakit tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Berau, Totoh Hermanto saat dikonfirmasi membenarkan, jika hingga kini rumah sakit tersebut belum dioperasikan.

Meskipun bangunan rumah sakit tersebut sudah rampung, namun masih ada beberapa hal ataupun fasilitas yang belum selesai dan harus dilengkapi. Fasilitas yang belum lengkap tersebut dijelaskan Totoh, seperti belum adanya pembuangan anestesi (pembiusan) di ruang operasi, belum ada fasilitas pembuangan di ruang poli gigi, serta di ruang laboratorium juga belum dilengkapi dengan meja lab.

“Memang hal kecil, tapi vital. Tapi itu akan diselesaikan di anggaran perubahan, jadi Januari (2017) sudah bisa dibuka. Kalau tenaga sudah cukup untuk standar minimalnya,” ungkapnya saat dihubungi beraunews.com, Kamis (18/8/2016).

Sementara terkait kabar Rumah Sakit Pratama yang hingga kini kurang diminati dokter spesialis juga dibenarkannya. Namun, mengingat keberadaan dokter spesialis begitu penting dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, pihaknya juga telah memiliki strategi lain agar dokter spesialis berminat bertugas di rumah sakit tersebut.

Menurut Totoh, RS Paratama setidaknya harus memiliki empat dokter spesialis. Seperti dokter anak, dokter kandungan, dokter bedah, dan dokter penyakit dalam. Hingga kini pihaknya terus berupaya, agar RS Pratama dapat dilengkapi dengan dokter spesialis.

BACA JUGA : Jabatan Dokter Spesialis RS Pratama Tak Ada Peminat

“Pemerintah pusat juga sudah membuka lowongan tentang PTT untuk dokter spesialis, namun belum ada peminat. Tetapi, kita sudah usulkan standar penggajihannya sebesar Rp60 juta, biar dokter spesialis berminat,” bebernya.

Berdasarkan informasi, masyarakat yang berada di wilayah Talisayan dan sekitarnya masih mengandalkan Puskesmas Talisayan dan Puskesmas yang ada di Kampung Lempake Kecamatan Biatan dalam melakukan penanganan medis. Bahkan, tidak jarang korban kecelakaan kebanyakan harus dilarikan ke Puskesmas Lempake untuk memperoleh perawatan.

Untuk itu Totoh meminta, agar masyarakat yang ada di Talisayan dan sekitarnya untuk bersabar. Disamping itu, ia juga berpesan kepada masyarakat untuk rajin datang ke Puskesmas, baik itu sedang sakit atau tidak, sehingga penyakit yang serius dapat dicegah. Tidak lupa, dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan prinsip pencegahan.

“Pada intinya kita harap bersabar dulu. Pasalnya, pelayanan rumah sakit berbeda dengan Puskesmas karena berkaitan dengan dengan nyawa seseorang. Sehingga perlu dilakukan persiapan yang matang,” pungkasnya.(hir)