Sudah 71 Tahun Merdeka, Berau Belum Juga Merdeka Listrik

TANJUNG REDEB – Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 di Kabupaten Berau diwarnai pemadaman listrik. Pemadaman itu terjadi sekitar pukul 19.00 Wita, Rabu (17/8/2016).

Meski pemadaman hanya sekitar 10 menit, tak pelak kekecewaan masyarakat tak dapat disembunyikan lagi. Kekecewaan yang dirasakan masyarakat dirasa wajar. Pasalnya, pemadaman memang kerap terjadi, terus berulang kali serta terkadang tanpa pemberitahuan kepada warga selaku pelanggan.

Seperti yang diutarakan Syarif di salah satu media sosial. Ia mengatakan, hari kemerdekaan Berau tetap mati lampu juga.

"Asik mati lampu, Merdeka," ujarnya.

Lain lagi yang dikatakan Mazzhen. Ia mengatakan, kalau begini kemerdekaan ditunda karena mati lampu. Tak mau kalah, warga lainnya, Iwan Tyrta mengatakan, dalam pembukaan UUD 1945 jelas dikatakan dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

"Faktanya di HUT RI ke-71, Berau masih belum merdeka dari krisis listrik. Ini buktinya, hari kemerdekaan saja masih byar pet," tegas Iwan.

Iwan menambahkan, pemadaman itu jelas merupakan tanggung jawab PT PLN. Sebab, warga Berau hanya berhubungan langsung dengan pihak PLN jika ingin menjadi pelanggan. Dirinya juga mempertanyakan tentang pembangunan PLTU Teluk Bayur milik PT PLN yang dianggap sebagai solusi permasalahan pemadaman yang kerap terjadi, namun hingga saat ini tak kunjung beroperasi.

Padahal, saat rapat dengar pendapat (hearing) antara Komisi II DPRD dengan pihak PLN dan perwakilan masyarakat, pihak PLN yang saat itu diwakili Manager PT PLN Rayon Tanjung Redeb menjanjikan pembangkit tersebut akan beroperasi di akhir tahun 2015 sehingga tidak akan ada pemadaman lagi di Berau.

“Tapi kenyataannya, sampai hari ini. Dimana, masyarakat merayakan hari kemerdekaan masih terjadi pemadaman dan itu terjadi tiba-tiba meskipun hanya sekitar 10 menit. Tapi, itu bisa berefek kepada peralatan elektronik,” ujarnya seraya berharap ada solusi konkrit yang diberikan pihak PLN.

Sementara itu, Manajer PT PLN Rayon Tanjung Redeb, Mufid Arianto menjelaskan, pemadaman tersebut terjadi karena adanya gangguan pada jaringan listrik yang menghubungkan antara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati milik PT IPB dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sambaliung milik PT PLN.

“Ada gangguan jaringan listrik yang dari PLTU ke PLTD Sambaliung, tapi sekarang sudah normal kembali kondisinya,” pungkasnya saat dihubungi beraunews.com melalui telepon seluler, Rabu (17/8/2016) malam.(sai)