Ketua DPRD : Musuh Ini Tak Bisa Dibasmi Dengan Bambu Runcing

TANJUNG REDEB – Tak bisa dipungkiri, narkoba merupakan musuh terbesar bagi generasi muda Berau saat ini. Bahkan, mayoritas penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanjung Redeb merupakan orang-orang yang tersandung kasus narkoba. Hal itu dinilai Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah, sama dengan bentuk penjajahan yang belum terhapuskan bagi generasi penerus di Berau.

“Kita ini masih dijajah, terutama generasi mudanya. Dijajah oleh narkoba,” tegas wanita yang akrab disapa Sari itu usai mengikuti upacara peringatan HUT RI ke-71, di Lapangan Pemuda, Tanjung Redeb, Rabu (17/8/2016) kepada beraunews.com terkait makna kemerdekaan baginya.

BACA JUGA : Berau Darurat Narkoba, Setiap 2 Hari Terjadi 1 Kasus Narkoba

Dikatakannya, meraih kemerdekaan di zaman penjajahan memang tidak mudah, bahkan dengan mempertaruhkan nyawa para pahlawan berjuang merebut kebebasan bangsa Indonesia. Lain dengan era saat ini, musuh bangsa tidak lagi bisa dilawan dengan cara berperang membawa bambu runcing, melainkan harus dengan akal dan pikiran yang dapat membawa bangsa Indonesia pada inovasi yang lebih baik lagi.

“Musuh kita saat ini tidak terlihat. Artinya meski dengan alat perang atau bambu runcing kita tidak bisa menghabisinya. Sebab yang menjadi musuh utama saat ini adalah kemerosotan moral yang berawal dari arus bebas globalisasi, seperti narkoba, pergaulan bebas, meniru bangsa asing dan sebagainya,” jelasnya.

BACA JUGA : Berau Pernah Urutan Pertama Kasus Narkoba

Agar generasi muda, khususnya Berau dapat terlepas dari penjajahan di era kemerdekaan tersebut, Sari mengatakan, harus ada sinergitas yang dibangun semua pihak untuk memajukan dirinya dalam masing-masing bidang yang ditekuni.

“Yang pelajar harus benar-benar giat belajar, yang bekerja juga demikian. Kerja sama harus terjalin dengan semua pihak untuk menyelamatkan generasi Berau dari jajahan narkoba terutamanya,” bebernya.

Sari menambahkan, memutus mata rantai narkoba merupakan satu-satunya cara menyelamatkan generasi dari hilangnya masa depan. Meski tidak segampang membalikkan telapak tangan, namun ia yakin Berau mampu membasmi narkoba asal seluruh pihak mau bekerja sama.

BACA JUGA : Perangi Narkoba Jangan Hanya Slogan

Selain itu, makna hari kemerdekaan dari sisi lain juga ia sebutkan, menghargai seluruh jasa-jasa pahlawan yang berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah bersenjata.

“Dan tidak lepas dari itu, jasa para pahlawan harus terus kita kenang sebagai ucapan terima kasih atas kebebasan bernegara bagi Indonesia, yang berhasil dicapai mereka untuk kita,” tutupnya.(mta)