Launching Tiga Aplikasi Dispenda Terancam Tertunda

TANJUNG REDEB – Usai sukses besar melaunching aplikasi yang pertama kali ada di Indonesia bernama Sistem Informasi Manajemen Pajak Hotel dan Restoran (SIMHORE) di Balai Mufakat, Selasa (3/8/2016) lalu. Kini, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Berau dihadapkan pada tantangan merealisasikan launching tiga aplikasi lainnya, yakni SI PKL CAKEP, SIMPALAK dan SI CANTIK RINDA.

BACA JUGA : Hebat!!! Inovasi SIMHORE Dispenda Pertama Di Indonesia

Kepala Dispenda Berau, Maulidiyah mengungkapkan, launching ketiga aplikasi itu masih menunggu anggaran pembiayaan untuk pembuatan aplikasi tersebut yang baru diusulkan dalam Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan tahun anggaran 2016.

“Inikan membangun sistem, sehingga perlu ada server dan sebagainya,” ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (9/8/2016).

Ditambah Maulidiyah, ketiga aplikasi ini nantinya hanya digunakan untuk internal Pemkab, khususnya Dispenda sendiri. Guna pengelolaan keuangan, perencanaan program, dan monitoring realisasi target Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab. Termasuk, monitoring Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari retribusi (user charges) seperti retribusi perizinan tertentu (service fees), retribusi jasa umum (public prices), dan retribusi jasa usaha (specific benefit charges).

BACA JUGA : Tahun 2016, Dispenda Berau Luncurkan Empat Aplikasi

“Retribusi inikan dikelola juga oleh SKPD lain, cuma Dispenda selaku koordinator dan untuk pendapatan secara keseluruhan. Karena memang sifatnya internal, jadi ini tetap diolah didalam,” tambahnya.

Hal serupa pun dituturkan ketiga pegawai Dispenda, yakni Kasubag Penyusunan Program, Jauhariyah yang berinovasi membuat aplikasi “SI PKL CAKEP”, Kasubag Keuangan, Lisdiana yang memiliki inovasi menciptakan “SIMPALAK”, dan Kasi Pembukuan dan Pelaporan, Evi Purwaning Kusuma Astuti yang juga akan meluncurkan “SI CANTIK RINDA”.

Mereka masih menunggu disetujui dan disahkannya anggaran yang diajukannya. Namun, mereka tetap berkeyakinan jika ketiga aplikasi ini, selambat-lambatnya akan berjalan di awal tahun anggaran 2017.

“Kalau ini sudah disetujui dalam APBD Perubahan 2016, kita langsung kerja,” tutur mereka saat ditemui beraunews.com di Kantor Dispenda, Senin (8/8/2016).

Mereka menjelaskan, anggaran yang diajukan sekitar Rp75 juta. Dengan rincian, biaya untuk pembuatan tiga aplikasi sebesar Rp65 juta dan untuk pengadaan satu buah laptop sekitar Rp10 juta.

“Ketiga aplikasi itu akan diintegrasikan dalam satu program,” pungkasnya.(sai)