Berau Juara LKD Terbaik Se-Kaltim

PULAU DERAWAN – Kantor Arsip dan Dokumentasi (KAD) Berau dinobatkan sebagai juara pertama Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) terbaik tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2016. Hal itu disampaikan saat pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) KAD pagi tadi sekitar pukul 09.30 Wita, Selasa (9/8/2016).

Kepala Badan Arsip Daerah (BAD) Kaltim, Ardiansyah menyerahkan langsung piagam penghargaan kepada Kepala KAD Berau, Rumiansyah, yang didampingi Asisten IV Setda Berau, Suparno Kasim.

Sementara juara kedua diraih Badan Arsip dan Perpustakaan Kota Balikpapan dan juara ketiga diraih Badan Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Selain mengumumkan pemenang LKD terbaik, juga diumumkan pemenang pemilihan arsiparis teladan tingkat Provinsi dengan dua kategori, yakni kategori tingkat keahlian yang diraih Siti Noergaimah perwakilan dari Badan Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Kutai Kartanegara dan kategori tingkat keterampilan yang diraih Sulistiyani perwakilan BAD Kaltim.

Dikonfirmasi terkait prestasi yang diperoleh, Kepala KAD Berau, Rumiansyah mengatakan, apa yang diraih KAD Berau saat ini merupakan hadiah sekaligus PR bagi dirinya maupun seluruh jajaran untuk lebih meningkatkan kinerja, khususnya dalam menyelenggarakan kearsipan daerah.

"Ditetapkan sebagai juara, maka ada beban moral yang kita tanggung disini. Ke depan, apapun kegiatan yang menyangkut dengan arsip harus dilaksanakan dengan baik, karena status kita saat ini adalah LKD terbaik tingkat Provinsi," ungkapnya kepada beraunews.com dilokasi Rakor KAD.

Dikatakannya, mengelola arsip merupakan tantangan yang cukup berat, terlebih selama ini banyak yang tidak mengetahui seberapa penting kehadiran KAD, bahkan dianggap mati suri. Padahal, KAD merupakan kantor yang bertugas menyelamatkan arsip-arsip daerah seperti dokumen dan surat penting lainnya.

Untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih KAD Berau, Rumiansyah mengatakan, harus ada gagasan yang nantinya berguna bagi seluruh masyarakat, terutama dalam melayani masyarakat yang membutuhkan informasi terkait arsip-arsip terbuka yang diperbolehkan untuk disampaikan ke masyarakat umum.

"Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita bisa melayani kebutuhan masyarakat untuk sebuah informasi, jika mereka butuhkan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengusahakan untuk membuka pelayanan pengamanan dokumen. Salah satu persyaratan untuk pengamanan dokumen tersebut, diperlukan fasilitas memadai seperti depo yang merupakan tempat penyimpanan dokumen agar aman dari segala macam serangan baik kebakaran maupun rayap.

"Kalau nanti sudah tersedia fasilitas pengaman tersebut, baru kita bisa menerima pelayanan pengamanan dokumen. Semoga hal itu bisa segera kita realisasikan," tandasnya.

Ia juga menyampaikan alasan pentingnya mengarsipkan segala dokumen penting agar suatu saat dapat menjadi bukti otentik atas suatu peristiwa yang terjadi.(mta)