Tempati Kantor Baru, Dishubkominfo Janji Tingkatkan Pelayanan

TANJUNG REDEB – Memiliki kantor yang luas dan megah merupakan dambaan setiap karyawan swasta maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintahan. Seperti yang dirasakan seluruh PNS Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Berau.

Dishubkominfo yang sebelumnya berkantor di komplek Setkab Berau, Jalan APT Pranoto, Senin (8/8/2016) telah menempati kantor barunya yang berada di Jalan Raja Alam, Tanjung Redeb. Pelayanan kepada masyarakat akan lebih baik dan meningkat.

Kepala Dishubkominfo, Abdurrahman U menjelaskan, rencana pindah Kantor Dishubkominfo ke jalan Raja Alam seharusnya terhitung sejak 6 bulan lalu. Namun, karena ada sesuatu hal, seperti pengajuan pemasangan listrik di atas 5.000 kVa yang harus menunggu ijin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), maka pindah kantor baru dapat dilakukan sekarang.

“Bangunan ini selesai lebih kurang 7 bulan lalu, tapi belum bisa ditempati karena listrik belum masuk. Jelang puasa kemarin, itu baru bisa tersambungkan dan awal puasanya, baru kami mulai berbenah dan memindahkan barang dari kantor lama ke kantor baru ini,” jelasnya.

Diakuinya, seluruh barang dan aset milik Dishubkominfo, sebagain besar telah dipindahkan ke kantor yang baru kecuali barang dan aset yang berhubungan alat uji kendaraan (KIR) masih berada di belakang kantor lama.

Dimana, lokasi awal rencana pembangunan gedung KIR yang baru berada di belakang kantor baru, namun tingginya harga jual yang ditawarkan masyarakat untuk pembebasan lahannya membuat pembangunan gedung KIR baru dialihkan ke belakang Terminal Tipe B, Jalan M. Iswahyudi, Teluk Bayur.

‘’Kita yakin di kantor baru ini, pelayanan Dishubkominfo kepada masyarakat akan semakin meningkat,” harapnya.

Pembangunan kantor baru itu sendiri, diungkapkan Abdurrahman, menggunakan APBD Provinsi Kaltim tahun anggaran 2014-2015 dengan dua tahap pelaksanaan, yakni tahap I sebesar Rp8,8 miliar dan tahap II sebesar Rp18,3 miliar atau Rp27,1 miliar.

“Pembangunan kantor ini dengan sistem tahun jamak, menggunakan anggaran APBD tingkat I tahun anggaran 2014 dan 2015. Dua tahun anggaran berturut-turut,’’ ungkapnya.

Terkait kontrak pengelolaan dan perawatan kantor, Abdurrahman mengatakan, akan dianggarkan nantinya di dalam APBD Perubahan 2016. Yang jelas, untuk kantor baru ini, masih ada beberapa kekurangan seperti, tidak tersedianya lahan yang akan digunakan untuk upacara pegawai, peninggian pagar dan pemasangan sarana air bersih.

“Sementara ini, kami mendatangkan air dari luar dan meminta drop dari PDAM,” pungkasnya.(sai)