Camat Teluk Siap Tutup Lamin

TELUK BAYUR – Bukan hanya di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih yang disinyalir memiliki tempat prostitusi berkedok Tempat Hiburan Malam (THM). Namun indikasi tersebut juga tampak ada di Lamin, Jalan Poros Labanan Kecamatan Teluk Bayur.

Beberapa waktu lalu Bupati Berau, Muharram sempat menyampaikan, sesuai target Presiden RI, Joko Widodo, pada tahun 2018 mendatang segala bentuk tempat prostitusi harus sudah ditutup. Bahkan, langkah awal pun sudah mulai terlihat seperti yang dilakukan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa yang meminta sejak tanggal 1 Juli 2016 lalu Kalimantan Timur bebas tempat prostitusi.

BACA JUGA : Bupati Minta Lokalisasi Tembudan Di Tutup

Menanggapi hal tersebut, Camat Teluk Bayur, Mulyadi memang sempat mendengar penyampaian Bupati dalam sambutan-sambutannya terkait tempat prostitusi ini. Namun untuk diwilayahnya sendiri, ia memang merasa risih jika ada Wanita Tuna Susila (WTS) beroperasi di wilayahnya.

"Instruksi tertulis saya belum ada terima, hanya dalam beberapa pertemuan saat Bupati memberi penyampaian ada menyinggung masalah tersebut,” ungkapnya kepada beraunews.com melalui saluran selularnya, Senin (8/8/2016).

Dikatakannya, untuk menangani permasalahan tersebut, ia perlu melakukan koordinasi dengan Muspika setempat, seperti pihak kepolisian, TNI, pemerintah kampung serta RT setempat. Pasalnya, hal seperti ini tidak bisa dilakukan sendiri.

Bukan hanya itu, segala pertimbangan juga harus dipikirkan seperti para wanita yang harus berhenti melakukan aktivitasnya dikawasan tersebut dan pertimbangan-pertimbangan lain yang harus dibicarakan agar langkah yang diambil tidak menjadi permasalahan.

"Intinya kami dukung apa yang menjadi program Bupati saat ini. Saya juga enggak mau kalau di wilayah saya ada yang seperti ini," paparnya.

Mulyadi menjelaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu terkait permasalahan ini dan jika memang harus melakukan penutupan, maka pihaknya siap melakukannya.(dws)