Sibuk Melaut, Nelayan Tak Antusias Daftar Asuransi Kesehatan

TANJUNG REDEB – Program jaminan asuransi kesehatan untuk 5.000 nelayan yang tersebar di wilayah pesisir Kabupaten Berau gagasan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), hingga saat ini masih terus digencarkan DKP Berau. Pasalnya, target DKP untuk mendaftarkan nelayan pada program tersebut masih jauh tertinggal.

Dikatakan Ramli, Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Berau, sejak awal Juni lalu hingga saat ini nelayan yang mendaftarkan diri hanya berkisar ratusan saja. Sementara proses pengiriman data nelayan kepada KKP akan dilakukan akhir Agustus hingga Desember mendatang.

Minimnya peminat jaminan asuransi kesehatan tersebut, disampaikannya karena proses administrasi yang masih banyak tidak diketahui nelayan. Ada juga yang terlalu sibuk menangkap ikan di laut, sehingga tidak memiliki waktu untuk mengurus administrasi, seperti KTP maupun kartu nelayan yang menjadi syarat utama untuk mendaftar jaminan asuransi kesehatan tersebut.

“Sampai sekarang masih ada saja beberapa nelayan yang datang untuk mendaftar, tapi kalau dilihat dari target kita memang masih jauh sekali,” ujarnya kepada beraunews.com, Sabtu (6/8/2016).

Untuk membantu kesulitan para nelayan dalam memenuhi administrasi yang diperlukan, pihaknya siap membantu pembuatan KTP maupun kartu nelayan. Meski saat ini baru terhitung ratusan nelayan, namun ia optimis dengan sisa waktu yang ada nelayan yang mendaftarkan diri akan terus bertambah.

“Waktunya masih ada beberapa bulan lagi, kami berharap para nelayan sadar akan pentingnya jaminan asuransi bagi mereka,” tutupnya.(mta)