Telur Penyu Marak Diperdagangkan, Pemkab Layangkan Protes

TANJUNG REDEB – Penjualan telur penyu rupanya masih marak terjadi di wilayah Kaltim. Kuat dugaan, salah satu daerah penyumbang telur itu sebagian besar dari Kabupaten Berau. Sebelumnya, saat berkunjung ke Samarinda, beraunews.com mendapati fakta ada banyak penjual telur penyu dengan santai menjual telur dari satwa yang dilindungi di meja dagangannya.

Menyikapi hal ini, Pemkab Berau melalui Wakil Bupati, Agus Tantomo mengambil langkah pasti untuk menghentikan aktivitas perdagangan illegal ini. Salah satunya, dengan mengirimkan surat kepada Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak maupun Walikota Samarinda, Syaharie Jaang.

“Dua hari yang lalu saya perintahkan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk membuat surat. Surat itu saya tandatangani langsung untuk dikirim kepada Gubernur dan Walikota Samarinda. Sebenarnya itu merupakan surat protes karena selama ini masih marak penjualan telur penyu yang diduga sumbernya dari Berau,” ungkapnya saat dihubungi beraunews.com, Rabu (3/8/2016).

Wabup mengungkapkan, langkah tersebut sebagai upaya untuk meminimalisir ruang gerak para pelaku penjual maupun pencuri telur penyu di wilayah pesisir. Selain itu, untuk menangkap para pelaku dan menjaga wilayah pulau tempat penyu bertelur tersebut tidak mudah dilakukan.

“Isi surat itu meminta Gubernur untuk menertibkan penjualan telur penyu yang disinyalir masih terjadi di seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Kaltim. Artinya, kalau di Berau kita batasi ruang geraknya, maka keinginan para pelaku untuk menjual telur penyu jadi berkurang, setidaknya penutup jalur penjualannya,” terangnya.

Langkah lain juga telah dilakukan Pemkab dengan menutup celah di daerah sendiri, seperti wilayah Tanjung Redeb dengan sasaran mengawasi peredaran di pasar. Wabup juga sudah menginstruksikan kepada Kepala UPTD Pasar Sanggam Adji Dilayas untuk memonitor di wilayah tugasnya. Jangan sampai ada pedagang yang menjual disana.

“Sehingga instansi terkait lainnya tidak perlu lagi melakukan sidak ke pasar,” tegasnya.

Seperti yang diketahui jika penjualan telur penyu di wilayah Tanjung Redeb sendiri masih ada meski terkadang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Namun tidak jarang juga ditemukan yang menjajakan dari rumah ke rumah. Seperti diberitakan sebelumnya, didapati seorang oknum yang menjajakan telur penyu di kantor-kantor dinas.

Bukan hanya itu, pencurian telur penyu juga masih terjadi di wilayah Pulau Sangalaki yang merupakan wilayah konservasi penyu hijau terbesar di Indonesia.

“Para pelaku ini sangat sulit untuk ditangkap, kami maunya mereka ditangkap basah dan jika ada ditemukan, tidak ada urusan, dengan tegas akan kami proses secara hukum,” pungkasnya.(ea)