Hebat!!! Inovasi SIMHORE Dispenda Pertama Di Indonesia

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) terus berinovasi guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Wujudnya, Dispenda melaunching aplikasi android Sistem Informasi Manajemen Pajak Hotel dan Restoran (SIMHORE) di Balai Mufakat, Selasa (3/8/2016). Aplikasi tersebut merupakan yang pertama kali ada di Indonesia.

Selain agenda launching, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkab dengan Bankaltim tentang Penerimaan Pembayaran Pajak Hotel dan Restoran Berbasis Android.

Kepala Dispenda Berau, Maulidiyah mengungkapkan, dasar pelaksanaan program tersebut, yakni Undang-Undang Nomor 28/2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, Perda Nomor 1/2011 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 23/2016 tentang Pelaporan dan Pembayaran Transaksi Hotel dan Restoran melalui Sistem Online.

“Sampai saat ini, banyaknya permasalahan yang dihadapi wajib pajak dalam hal pengisian Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) yang masih dibuat secara manual. Dimana, mengharuskan pola aktif wajib pajak untuk datang ke Kantor Dispenda dan mengisi serta menyampaikan secara langsung blanko pengisian atas SPTPD-nya,” ungkapnya.

Dikatakannya, program ini juga untuk mempersingkat proses pembayaran pajak hotel dan restoran yang selama ini dilakukan wajib pajak. Sebelumnya, wajib pajak harus menyampaikan SPTPD-nya dan akan diverifikasi pihak Dispenda. Kemudian, harus mendatangi Bankaltim untuk melakukan pembayaran. Namun itu belum selesai, sebab harus kembali menyampaikan bukti pembayaran pajak atau Surat Tanda Terima Setoran (STTS).

“Proses pelayanan dalam pembayaran pajak manual itu alurnya masih terlalu panjang. Ini terkesan bolak-balik, sehingga mempersulit wajib pajak,” jelasnya.

Selain itu, hal yang menjadi dasar adanya program ini, dijelaskan Maulidiyah, rendahnya kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak. Dimana, tidak sebandingnya antara jumlah wajib pajak dengan petugas penagih, sehingga tidak semua wajib pajak dapat terlayani dan termonitor tingkat akurasi pelaporannya serta luasan geografis Berau yang luas.

“Dari 112 wajib pajak hotel, yang rutin datang ke Dispenda hanya 20 wajib pajak setiap bulannya. Sementara, 62 wajib pajak harus kami datangi satu per satu baru mau bayar pajak, baik itu yang ada di Biduk-Biduk, Batu Putih Maratua maupun Derawan. Sisanya 30 wajib pajak tak membayar pajak sama sekali,” bebernya.

Bupati Berau, Muharram sangat mengapresiasi program inovasi perubahan yang digagas Kepala Dispenda, Maulidiyah. Sebab hal ini akan memacu pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab untuk terus berinovasi menciptakan sistem pelayanan publik yang cepat, tepat, singkat serta tidak mudah puas akan pelayanan yang ada selama ini.

“Prestasi ini merupakan sebuah contoh untuk semua aparatur sipil di Kabupaten Berau. Kebiasaan yang hanya puas dengan pelayanan apa adanya, hari ini dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, maka menuntut kita untuk berpacu dan berpikir untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan masa lalu,” pungkasnya.

Dengan dilaunchingnya aplikasi android SIMHORE ini, apa yang ditargetkan Dispenda Berau tak hanya tercapai, melainkan lebih cepat dari perencanaan awal. Sebab, diberitakan sebelumnya Kepala Dispenda Berau, Maulidiyah pernah mengungkapkan, jika target realisasi dipertengahan bulan Agustus sudah ada hotel maupun restoran yang melakukan pembayaran dengan aplikasi SIMHORE. Sementara, launching oleh Bupati direncanakan pada akhir 2016.(sai)