Pelayanan BPJS Kesehatan Dikeluhkan

TANJUNG REDEB – Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, mengaku kecewa dengan pelayanan salah satu apotek yang ditunjuk untuk melayani pasien BPJS. Apotek itu kembali mengalami kelangkaan obat. Akibatnya, ada obat untuk pasien sesuai resep dokter yang tak bisa didapatkan dan pasien juga tak bisa klaim obat yang dibeli di luar apotik tersebut.

“Nama obatnya saya kurang tahu, yang jelas ibu saya itu punya penyakit tekanan darah tinggi. Obat itu rutin di minum untuk satu bulan dan ini keempat kalinya ambil obat tapi diapotek itu tidak pernah ada,” kata Jufri, warga Tanjung Redeb, kepada beraunews.com.

Dia juga kesal saat mempertanyakan apakah klaim BPJS Kesehatan masih berlaku jika dirinya membeli obat di luar apotek. Pihak apotik malah menyarankan dirinya untuk langsung melakukan klaim obat tersebut ke BPJS. Padahal, uang obat tersebut diserahkan langsung ke apotik sesuai dengan tagihan dari apotek.

“Katanya langsung saja ke BPJS, maksud saya kalau bisa apotek itu dapat mengantisipasi hal-hal seperti ini. Pokoknya ada cadangan obatnya,” ujarnya saat mendatangi Kantor BPJS Kesehatan yang berada di Jalan Teuku Umar.

Menanggapi hal ini, Kepala Operasional BPJS Kesehatan Berau, Johansyah mengatakan dirinya akan segera berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan (Faskes) yakni dalam hal ini Apotik Sehat untuk membahas terkait penyebab habisannya stok obat tersebut.

Padahal, pihaknya selalu berkoordinasi dengan seluruh Faskes dan dokter umum yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mencegah terjadinya hal-hal seperti kosongnya obat-obatan untuk pasien penyandang penyakit kronis seperti hipertensi.

“Nanti, kita akan berusaha memaksimal apotik yang sudah bekerja sama itu, untuk mencarikan (obat). Kalau ini berkaitan dengan distribusi, kita akan koordinasikan dengan PPMnya dan kalau memang kehabisan maka kita akan memberikan masukkan kepada apotik itu supaya bisa menyiapkan secepatnya,” ujarnya.

Dijelaskan Johan, BPJS Kesehatan di Berau memang saat ini baru bekerja sama dengan satu apotik yakni Apotik Sehat, Jalan Teuku Umar atas penyediaan obat-obatan untuk peserta penyandang penyakit kronis. Namun, akibat kerap terjadinya kekosongan obat pada Faskes yang telah bekerja sama dan ditunjuk BPJS, pihaknya akan mengevaluasi kembali kinerja Faskes tersebut.

Terakhir, Johan kembali memastikan kalau pihaknya akan segera kembali dengan seluruh Faskes dan dokter umum yang bekerja sama dengan BPJS guna menghindari kembali terjadinya hal-hal seperti kekosongan obat tersebut.(sai)