Peserta Rakor Banyak Tak Kebagian Konsumsi

TANJUNG REDEB – Kejadian memalukan terjadi di sela acara Rapat Koordinasi (Rakor) Camat, Kepala Kampung dan Badan Pemberdayaan Kampung (BPK) se-Kabupaten Berau di Convention Hall Hotel Cantika Swara, Jalan Pulau Panjang, Selasa (2/8/2016).

Acara yang dihadiri seluruh Camat, Lurah, Kepala Kampung serta BPK di Bumi Batiwakkal tersebut diwarnai kejadian yang tak lazim untuk kegiatan sekelas itu. Sebab, ada banyak sekali Kepala Kampung dan Camat yang tak kebagian konsumsi makan siang. Tak pelak, hal itu dikeluhkan peserta lantaran layanan yang mengecewakan.

Para kepala wilayah yang sempat dihubungi menyatakan, jika mereka mendapatkan pelayanan yang kurang maksimal dari pihak panitia penyelenggara, apalagi panitia tidak ada yang merespon kejadian tersebut. Seperti yang dikatakan Kepala Kampung Pandan Sari, Kecamatan Segah, Abdullah Gani.

“Tadi teman-teman Kepala Kampung serta Camat dan Lurah yang hadir merasa kecewa karena tidak mendapatkan makan siang. Untuk menutupi rasa kecewa, kami memilih untuk mencari tempat makan siang di luar hotel. Sebenarnya makan siang itu ada disiapkan tapi tidak tepat waktu,” keluhnya saat dihubungi beraunews.com, Selasa (2/8/2016) malam.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Kampung Gurimbang, Madri Padi. Menurutnya, acara rakor itu sebenarnya diselenggarakan di Hotel Derawan Indah, tetapi entah kenapa acara tersebut kemudian berpindah ke tempat lain. Terkait peristiwa ini, pihak panitia seharusnya bisa memonitor kesiapan acara yang diselenggarakan.

“Tadi itu memang sempat ada keluhan rasa kekecewaan dari rekan-rekan yang hadir dalam acara tersebut. Namun saya mencoba menyakinkan ke mereka agar kejadian ini dihadapi dengan bijak saja dan tidak perlu dibesar-besarkan, sehingga mereka pun memilih untuk keluar mencari makan siang,” terangnya.

Terkait kejadian tersebut, beraunews.com sudah berupaya mengkonfirmasi kepada pihak panitia maupun pihak manajemen hotel, namun tidak ada jawaban. Hanya saja, salah seorang panitia, yang enggan namanya disebutkan mengatakan, akomodasi makanan sudah disesuaikan dengan jumlah peserta rakor.

“Akan tetapi entah mengapa, menu yang disajikan kurang. Sementara untuk meminta tambahan tidak bisa serta merta dilakukan karena keterbatasan petugas hotel,” jelasnya singkat.(ea)