Bupati : APBD Menurun, ADK Dimulai Dari Rp. 2 Miliar

TANJUNG REDEB – Pembangunan daerah melalui daerah pinggiran yang digagas Presiden Joko Widodo, akan diterapkan oleh Bupati Berau, Muharram di masa kepemimpinannya. Salah satunya, dengan menganggarkan Alokasi Dana Kampung (ADK) mulai dari Rp2 miliar hingga Rp5 miliar per tahun untuk setiap kampung.

Dana yang cukup besar tersebut, diharapkan mampu menjadi penunjang keberhasilan pembangunan kampung disegala sektor dan bidang yang ada. Namun, seiring dengan menurunnya nilai APBN, Bupati mengakui akan memulai hal tersebut dari angka terendah Rp2 miliar untuk setiap kampungnya.

“APBN kita melemah, jadi untuk ADK kita ambil minimalnya saja dulu. Kalau nanti sudah normal kembali, bisa kita anggarkan sampai angka yang terbesar,” ungkap Bupati saat berbincang dengan Ketua Umum DPP P-Apdesi, Wargiyati bersama Ketua DPD P-Apdesi Kaltim, Mus Mulyadi serta pengurus DPC P-Apdesi Kabupaten Berau, Minggu (31/8/2016) malam.

Besarnya anggaran dana, dikatakannya bisa menjadi kekuatan pemerintah kampung untuk bersinergi dengan seluruh masyarakat dalam membangun maupun memfasilitasi kegiatan di kampung mereka.

Selain itu, ia juga mengatakan bisa jadi nantinya program yang dikelola oleh Kabupaten akan dipindahtangankan ke masing-masing kampung untuk mengelolanya. Seperti pembangunan PAUD dan TK, hingga pada proses penggajiannya bisa dianggarkan melalui ADK tersebut. Dengan begitu, kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini belum maksimal bisa terpenuhi dengan baik.

Tak hanya itu, ia juga menambahkan beberapa program seperti santunan untuk keluarga yang sedang berduka (jika ada anggota keluarga yang meninggal dunia) maupun santunan untuk kaum dhuafa dan janda. Santunan-santunan tersebut bisa dianggarkan melalui ADK yang kemudian telah dikoordinasikan dengan pemerintahan kampung melalui Kepala Kampung setempat.

“Misalnya ada yang keluarganya meninggal, pemerintah kampung bisa menganggarkan untuk santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Jadi dalam setahun bisa diperkirakan berapa anggaran untuk keluarga berduka. Begitu juga untuk para janda yang sudah tidak ada tulang punggung keluarganya, itu wajib kita bantu,” jelasnya.

Dengan besaran anggaran yang dipastikan mampu mendorong pembangunan kampung ke arah yang lebih maju, ia berharap setiap pemerintahan kampung bisa berkoordinasi dengan kampung lainnya yang mempunyai SDM lebih maju untuk pemanfaatan ADK tersebut, agar tidak menjadi boomerang kepada mereka sendiri dikemudian hari.(mta)