DKP Gelar Bimtek Statistik Perikanan

TANJUNG REDEB – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Berau mengumpulkan puluhan petugas statistik perikanan tangkap se-Kabupaten Berau, Rabu (27/7/2016) untuk mengikuti bimbingan dan pelatihan teknis (bimtek) statistis perikanan. Hal itu dilakukan guna meningkatkan penyediaan data yang berkualitas, tepat waktu dan bisa diakses secara cepat dan murah. Tujuannya untuk mengumpulkan data yang valid agar bisa di akses masyarakat luas.

Kepala Bidang Sumberdaya Kelautan dan Perikanan DKP Berau, Yunda Zuliarsih saat membuka bimbingan teknis tersebut menekankan pentingnya data yang berkualitas karena keberhasilan pembangunan perikanan tangkap akan sangat ditentukan oleh ketersediaan data yang valid, terpercaya serta mudah di akses.

“Data yang dihasilkan para petugas di lapangan itu harus dapat di akses sebagai hak dan kebutuhan masyarakat luas secara cepat, murah dan menjadi dasar perencanaan pembangunan, perumusan kebijakan, evaluasi dan investigasi serta menjadi indikator kinerja,” jelasnya.

Menurut Yunda, untuk memperoleh data yang berkualitas memang membutuhkan biaya yang mahal, namun pembangunan akan menelan biaya lebih mahal lagi apabila tidak ada data atau data yang digunakan tidak benar. Sebab data itu menentukan kepercayaan masyarakat. Sehingga bisa menjadi referensi bagi investor dari luar daerah untuk berinvestasi di Kabupaten Berau.

”Bayangkan kalau ada investor yang datang ke Berau untuk mencari data soal perikanan tangkap, dan ternyata data yang diperolehnya tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, maka investor itu akan hilang kepercayaan. Mereka tidak akan mau lagi melirik Berau untuk tempat investasi," ujarnya.

Karena itu, Yunda meminta komitmen seluruh petugas statistik perikanan tangkap mulai dari petugas pengumpul data di lapangan sampai analis di tingkat kabupaten untuk mencatat secara apa adanya seluruh informasi yang dibutuhkan.

“Data yang tersedia di sektor perikanan tangkap selama ini masih banyak yang sekunder sehingga biasnya masih besar. Sampai saat ini masih sulit untuk mengetahui dengan cukup akurat berapa besar ikan yang masih bisa diambil dari perairan laut Berau,” bebernya.

Padahal, kebutuhan data yang tingkat biasnya kecil semakin tinggi lantaran pengelolaan sumber daya perikanan di wilayah laut Berau semakin mengarah ke cara-cara profesional, intensif dan efisien sehingga menghasilkan daya saing yang tinggi dan nilai tambah yang lebih besar bagi nelayan.

Melalui bimtek ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan petugas statistik perikanan tangkap dalam pengumpulan, pengolahan dan analisis data dengan memanfaatkan aplikasi teknologi yang lebih modern sehingga ke depan dapat tersedia data yang terpercaya dan mudah di akses dengan cepat dan murah.

Bimtek statistik perikanan yang dilaksankan DKP tahun ini menghadirkan narasumber berkompeten dari Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bidang Perikanan Tangkap DKP Provinsi Kaltim serta DKP Berau. Rencananya bimbingan dan pelatihan statistic ini akan di laksankan selama dua hari pada tanggal 27-28 Juli 2016 di Hotel Grand Parama.(msz)