Bupati Minta Lokalisasi Tembudan Di Tutup

BATU PUTIH – Bupati Berau, Muharram meminta lokalisasi di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih untuk segera ditutup. Hal itu disampaikannya saat melakukan halal bi halal di Pendopo Kecamatan Batu Putih, Selasa (26/7/2016) kemarin.

Berdasarkan Instruksi Presiden melalui Menteri Sosial, maka tahun 2018 mendatang, kata Bupati, semua bentuk lokalisasi prostitusi di Indonesia harus sudah ditutup. Termasuk lokalisasi yang ada di Kabupaten Berau, salah satunya yang ada di Kampung Tembudan.

Terlebih menurut Bupati, lokalisasi yang ada di Tembudan merupakan salah satu yang terbesar di Kabupaten Berau. Apabila, penutupan lokalisasi ini dilakukan berlarut-larut, maka besar kemungkinan lokalisasi di Tembudan semakin berkembang. Bupati pun meminta kepada aparat kecamatan serta pemerintah kampung untuk melakukan mediasi kepada seluruh pemilik maupun pengelola lokalisasi agar secara suka rela dapat menutupnya sebagaimana Instruksi Presiden.

"Ini yang penting pendekatakan secara kekeluargaan kepada pengelola lokalisasi. Agar mereka mau menutup dan memulangkan wanita yang dipekerjakannya," ungkapnya.

Jika nantinya muncul perjanjian untuk penutupan lokalisasi tersebut, dimana Wanita Tuna Susila (WTS) harus dikembalikan ke kampung halaman masing-masing, Bupati berjanji akan mengupayakannya.

"Kita akan anggarkan, jika itu tidak menyalahi prosedur pengelolaan anggaran. Kita akan data, berapa banyak yang dipulangkan, kita anggarkan," katanya.

Sebenarnya, wacana pembubaran lokalisasi tersebut sudah pernah dilakukan, namun selalu gagal. Untuk itu dirinya meminta ketegasan pemerintah kecamatan agar lokalisasi yang ada di Tembudan dapat segera ditutup secepatnya. Pasalnya, dengan berdirinya lokalisasi dikhawatirkan dapat berpotensi mengganggu stabilitas Kamtibmas, selain itu juga bersiko terjadinya penularan penyakit HIV/AIDS.

"Lokalisasi sebesar Dolly saja bisa ditutup. Apalagi hanya lokalisasi di Tembudan, tentunya penutupan ini harus didukung masyarakat sekitar," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Berau, Muharram saat ditemui beraunews.com dikediamannya, Jalan Cendana, Selasa, (7/6/2016) mengatakan, upaya membersihkan lokalisasi dan lokasi prostitusi di Kabupaten Berau, semua pihak terkait perlu duduk bersama guna mencari solusi terbaik. Selain itu, bersih dari prostitusi merupakan instruksi Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, yang berlaku sejak tanggal 1 Juni 2016 di seluruh Kabupaten/Kota se-Kaltim.

“Yang jelas memang instruksi Gubernur sejak tanggal 1 Juni 2016, Kalimantan Timur harus bersih dari prostitusi. Tetapi itu statment (pernyataan) yang belum terlalu maksimal teraplikasi di lapangan, sampai hari ini,” ujarnya.(hir)