Wagub Hadiri Tanam Jagung Di Biatan Ilir

BIATAN – Kampung Biatan Ilir, Kecamatan Biatan kini menjadi menjadi salah satu daerah sentra jagung di Berau. Kampung ini masuk dalam program Balita Agung (Batu Putih-Talisayan-Biatan Agribisnis Jagung). Bahkan tanam perdana jagung organik, Senin (25/7/2016) dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Mukmin Faisyal HP dan Kepala Dinas Pertanian Pemprov Kaltim, Ibrahim.

Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid menjelaskan, potensi jagung di wilayah yang dipimpinnya cukup besar, yakni dengan luasan lahan potensial yang mencapai 375 hektar dengan produksi rata-rata 4 ton per hektar. Potensi yang besar ini pun terus dikembangkan oleh kelompok-kelompok tani di daerah tersebut dengan bantuan dari pemerintah daerah.

Kedepannya dalam mendukung peningkatan pertanian jagung ini, ia berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih khusus dalam hal pemasaran. Pasalnya, dari hasil evaluasi panen di tahun 2015 lalu, hasil yang dipasarkan dinilai tidak terlalu maksimal dengan nilai jual yang cukup rendah. Bahkan, beberapa petani mengalami kerugian akibat jagung yang dihasilkan membusuk.

Kepala Dinas Pertanian Kaltim, Ibrahim menyebutkan, produksi jagung di Kaltim pada tahun 2015 lalu mencapai 8 ribu ton, dari angka itu 54 persen dari berasal dari Berau. Sementara di tahun 2016 ini, berdasarkan angka ramalan sementara dari BPS, produksi jagung melebihi angka tahun lalu bahkan mencapai 100 persen dengan 18 ribu ton.

“Dan Berau masih menjadi rangking pertama diikuti oleh Kukar dan Paser,” ujarnya.

Pada tahun 2016 berjalan ini, Ibrahim mengatakan, ada kegiatan penanaman jagung di Berau seluas 3 ribu hektar, dan rencananya pada anggaran perubahan nanti akan ada pengembangan lagi seluas 2 ribu hektar.

Kegiatan APBN yang masuk ke Berau mencapai 5 ribu hektar. Ke depan juga akan diintegrasikan sawit dengan jagung. Dalam RPJMD Dispertan Provinsi, Berau menjadi sentra jagung di Kaltim.

Sementara itu, Bupati Muharram mengingatkan kepada instansi terkait agar peningkatan sektor pertanian khususnya jagung ini diimbangi dengan solusi dalam hal pemasarannya.

“Kita carikan solusi yang terbaik agar semangat petani ini tidak pupus dalam pengelolaan jagung. Dengan keuntungan yang didapat petani menjadi modal bagi mereka untuk peningkatan kesejahteraan kedepannya,” tegasnya.

Bupati Muharram pun mengharapkan dukungan semua pihak, baik dari instansi terkait maupun petani jagung sendiri.

“Para petani juga kita harap dapat mendukung agar program kerja sama ini dapat berjalan lancar dengan sunguh-sunguh bekerja. Sehingga ke depan para petani sudah mulai berpikir agar menjadikan pertaniannya sebagai agribisnis,” ajaknya.(sai)