APBD 2017 Turun Drastis, Bupati Minta Masyarakat Bisa Bersabar

TANJUNG REDEB – Kebutuhan listrik masyarakat hingga kini belum terpenuhi dengan maksimal, seperti di beberapa kampung di Kecamatan Kelay maupun Kecamatan lainnya. Pasalnya, listrik baru bisa dinikmati masyarakat secara terbatas, yakni antara pukul 18.00 hingga 24.00 Wita. Hal itu membuat masyarakat menginginkan agar pemerintah segera bisa memenuhi kebutuhan listrik seluruh masyarakatnya.

Menanggapi keinginan masyarakat tersebut, Bupati Berau, Muharram mengatakan, untuk merealisasikan apa yang diinginkan masyarakat, pemerintah memerlukan proses dan tahapan. Apalagi, alokasi dana di APBD 2017 dipastikan mengalami penurunan yang sangat drastis dibanding APBD Berau tahun 2016, yakni mencapai kurang lebih 900 Milyar atau setara 30 hingga 40 persen.

“Beberapa warga memang sudah berbincang dengan saya mengenai kebutuhan masyarakat agar listrik bisa menyala paling tidak waktunya bisa lebih lama dari sebelumnya. Sementara APBD kita turunnya jauh sekali, sebelumnya pada tahun 2016 nilai APBD sekitar Rp2,7 triliun, sedangkan pada tahun 2017 mendatang hanya sekitar Rp1,8 triliun saja. Jadi untuk merealisasikan hal tersebut kita butuh waktu dan untuk itu masyarakat semoga bisa bersabar juga,” ungkap Bupati baru-baru ini.

Meski nilai APBD menurun, namun Bupati tetap menjamin setiap kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan ke masyarakat, tidak akan terganggu. Sebab, arah pembangunan akan difokuskan pada kegiatan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Selain itu, Bupati tetap yakin pembangunan disetiap lini desa bisa lebih maju dengan mengandalkan dana yang ada.

“Setiap desa bisa dapat dana 2 sampai 5 miliar setiap tahunnya, belum lagi ditambah dengan dana dari APBN sekitar 1 miliar. Total rata-rata untuk desa sekitar 3 miliar,” tutup Bupati.(mta)