PLTU Lati Lumpuh Listrik Berau Padam 10 Jam

TANJUNG REDEB – Kurang lebih 10 jam masyarakat Tanjung Redeb, Kamis (21/7/2016) dibuat kesal dengan padamnya aliran listrik. Sebagian besar aktivitas masyarakat dalam kota dan sekitarnya terganggu, termasuk pelayanan publik.

Tak tanggung-tanggung, listrik padam sejak  pukul 10.00-20.30 Wita. Akibatnya, tak sedikit masyarakat yang berada di kota Tanjung Redeb dan sekitarnya mengeluh. Terlebih, peristiwa tersebut bukan kali pertama terjadi.

Kekesalan warga lantaran tidak ada pemberitahuan sebelumnya, termasuk penyampaian penyebab pemadaman listrik.  Setelah hampir 10 jam menunggu, Direktur Utama PT Indo Pusaka Berau (IPB), Najamuddin akhirnya angkat bicara terkait  padamnya listrik. Dikatakannya, penyebab padamnya listrik akibat 3 unit boiler milik PLTU Lati mengalami down bersamaan.

"Tiga-tiganya unit boiler down mulai pukul 10.00 pagi tadi tanpa terdeteksi padahal kondisi unit-unit tersebut dalam kondisi normal," ungkapnya saat dihubungi beraunews.com sekitar pukul 21.45 Wita.

Saat mesin down, lanjut Najamuddin, instalasi aliran listrik sebenarnya masih tetap normal dan tidak ada masalah. Melihat kondisi tersebut, Najamuddin secara langsung turun ke lokasi untuk melihat secara langsung penyebab downnya mesin tersebut, disamping itu dirinya juga memantau para karyawan IPB dalam melakukan perbaikan.

Setelah berupaya selama 2 jam akhirnya satu mesin dapat difungsikan dan segera di suplai ke PLN sehingga ada sebagian listrik menyala. Meski satu mesin telah kembali normal, namun pihak PLTU masih harus bekerja keras mencari masalah yang terjadi pada dua pembangkit lainya. Setelah hampir 5 jam, satu mesin kembali berhasil dioperasikan.

Bahkan disampaikannya, saat pihaknya melakukan pengisian sistem boiler, mesin-mesin tersebut masih belum bisa terangkat. Kemudian, sekitar pukul 17.00 Wita saat kembali melakukan pengisian, satu mesin boiler bisa terangkat. Tidak lama setelah itu mesin ke dua juga terangkat.

Sampai akhirnya diketahui, ketiga mesin yang bermasalah disebabkan pohon tumbang yang terjadi di Kampung Gurimbang. Meski sebagian wilayah telah kembali normal, namun Najamuddin masih harus menyelesaikan satu boiler  yang hingga saat ini belum stabil.

"Sebagian sekarang sudah normal, dua mesin kita sudah normal sisa satu mesin lagi yang belum stabil kemungkinan sekitar 45 menit lagi (pukul 23.00 Wita-red) bisa normal semua. Atas kejadian yang tak mengenakkan dan murni di luar jadwal pemadaman ini, kami minta maaf kepada masyarakat," pungkasnya.(msz/hir)