Ini Pesan Bupati Untuk Masyarakat Maratua

MARATUA – Keuntungan utama Pulau Maratua masuk dalam kawasan pulau-pulau kecil terluar sehingga menjadi perhatian utama oleh pemerintah pusat sesuai program yang diwacanakan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Hal tersebut diutarakan langsung Bupati Berau, Muharram ditengah kunjungan kerja yang dilakukan di Pulau Maratua.

Keunggulan ini yang diminta Bupati untuk dijaga dan didukung sesuai dengan kemampuan daerah khususnya masyarakat Maratua sendiri. Diterangkan Bupati, selain masuk dalam kawasan pulau-pulau kecil terluar, Maratua juga merupakan wilayah perbatasan antar negara.

“Sehingga  mau tak mau Maratua menjadi perhatian khusus pemerintah pusat  lantaran letak geografisnya potensi wisata yang luar biasa sehingga lebih diprioritaskan sebagai kawasan di daerah terluar,” jelasnya.

Lebih dalam lagi, Bupati menyatakan penduduk di Maratua harus bisa membiasakan budaya bersih dan peduli terhadap lingkungan agar kedepanya Pulau Maratua bisa berkembang dan bisa menjadi jendala wisata dunia.

Masyarakat Maratua perlu menyeimbangkan antara perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk bersama-sama menjaga potensi yang dimiliki di wilayah mereka, agar para wisatawan merasa betah dan nyaman saat berkunjung dan selalu beragan-angan akan kembali lagi ke Maratua.

“Saya tegaskan beberapa hal kepada masyarakat di Pulau Maratua ini untuk mengikuti apa yang telah saya sampaikan dalam pertemuan tadi agar membiasakan budaya hidup bersih dan menjaga lingkungan untuk mewujudkan Maratua menjadi daerah yang maju,” ungkapnya.

Bupati meminta kepada seluruh masyarakat di Pulau Maratua mengharamkan membuang sampah tidak pada tempatnya. Langkah tersebut ditekankan dengan memerintahkan Camat selaku kepala wilayah di Kecamatan Maratua bisa menyediakan fasilitas tempat pembuangan sampah di masing-masing rumah warga.

“Tolong setiap rumah disediakan tempat sampah dengan menggunakan anggaran Alokasi Dana Kampung (ADK) nanti. Ini langkah awal dan mudahan dengan itu warga disini bisa membiasakan budaya bersih,” harapnya.

Budaya peduli terhadap lingkungan juga harus disertai dengan pelayanan yang baik pula. Tanpa itu, juga akan mempengaruhi peminat para wisatawan untuk berkunjung. Disisi inilah peran penting yang harus dilakukan oleh pengusaha penyedia penginapan, home stay dan resort serta pengusaha kuliner daerah. Para pengusaha tersebut harus memberikan pelayanan yang maksimal. Diminta juga untuk memberikan pelayanan prima kepada pengunjung yang datang, khusus bagi penyedia jasa penginapan. Termasuk penjual makanan agar tidak memasang harga yang mahal.

“Kalau bisa jualanya itu janganlah terlalu mahal. Contohnya saja kelapa, masa harga per buah Rp25 ribu. Kalau terlalu mahal itu bisa membuat mereka akan lari. Di Maratua ini kan pusatnya buah kelapa jadi tidak usah terlalu mahal lah harganya. Kalau berjualan itu kira-kira juga jangan terlalu mahal dan jangan juga terlalu murah, yang standar saja,” pesan Bupati lagi.

Bupati mengingatkan untuk tidak berpikir karena orang asing itu hanya datang sekali saja dan mempunyai uang banyak, sehingga semaunya saja memasang harga-harga yang tidak sesuai.

“Kalau bisa seluruh penjual makanan itu tolong cantumkan daftar harga menu makanannya, sehingga konsumen juga bisa menyesuaikan dengan isi dompet mereka,” pungkasnya.(ea)