Soal “Lapangan” Depan Rumjab Bupati, Ini Kata Kadis PU

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau, Taupan Madjid angkat bicara soal taman di halaman depan rumah jabatan (rumjab) Bupati seperti "lapangan". Lantaran terlihat kosong dan gersang, tanpa ada rumput atau pun tanaman hiasnya.

Dijelaskannya, dahulunya halaman rumjab Bupati kerap digenangi air saat hujan turun, sehingga halaman tersebut ditimbun dengan tanah. Langkah itu dilakukan dengan tujuan agar posisi halaman lebih tinggi dengan harapan tak tergenang air lagi.

“Sejarah halaman rumjab Bupati seperti itu terjadi bukan karena adanya rencana digunakan untuk acara hajatan dan sebagainya, tetapi kondisi halaman rumjab yang saat itu memang sering tergenang air karena posisinya rendah, kemudian ditimbun dengan tanah agar tidak kebanjiran lagi usai turun hujan. Tapi saya rasa bagus saja jika ingin dibuat taman disana,” bebernya kepada beraunews.com melalui saluran seluler, Sabtu (16/7/2016).

Terkait rencana anggaran rehab total rumjab yang mencapai Rp40 miliar, Taupan mengatakan, jika nominal anggaran untuk rehab itu belum pernah dibicarakan oleh pemerintahan sebelumnya mau pun yang sekarang.

“Pemerintah daerah, baik itu yang sekarang maupun yang sebelumnya belum ada mengeluarkan besaran nilai anggaran untuk rehab total rumjab Bupati,” jelasnya.

Meski demikian, Taupan mengakui jika usulan rehab total tersebut memang pernah dibahas di pemerintahan sebelumnya, namun ditolak oleh Bupati saat itu, Makmur HAPK. Bahkan, alasan penolakan yang dikemukakan Makmur sama persis dengan yang dikemukakan Bupati Muharram saat dikonfirmaai beraunews.com, yakni lantaran rumjab Bupati dinilai masih layak untuk ditempati, sehingga lebih memprioritaskan untuk keperluan mendesak lainnya.

“Memang ada usulan, tapi itu baru perencanaan dan itu pun belum final. Tapi saat itu, usulan itu juga pernah ditolak langsung oleh Bupati sebelumnya karena menilai rumjab yang ia tempati masih layak untuk dihuni," tutupnya.(ea)